Jokowi Dimarahi Perdana Menteri Malaysia

Perdana Menteri Malaysia Najib Tun Razak (Foto : Istimewa)

Faktual.co.id – Kuala Lumpur (4/12/16) tepatnya di Stadium Titiwangsa, Perdana Menteri Malaysia Najib Tun Razak di hadapan ribuan umat muslim Malaysia, berorasi soal pembantaian warga muslim etnis Rohingya oleh aparat Myanmar. Dalam orasinya, Najib juga mengutuk habis-habisan Pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi. Peraih Nobel perdamaian pada tahun 2012 ini terkesan melakukan pembiaran atas kejahatan kemanusiaan bermotif genosida di negaranya.

Selain itu, Najib juga memarahi presiden Republik Indonesia Joko Widodo. “Jokowi jangan cuma urus Ahok terkait penistaan Al qur’an, tapi juga mengurusi pembantaian warga minoritas muslim etnis Rohignya di Myanmar.” Di tengah ribuan umat Islam Malaysia di lapangan Titiwangsa, Najib juga katakan, kejahatan kemanusiaan di Myanmar adalah bentuk genosida, pembantaian warga sipil yang harus di bawa ke pengadilan internasional.

Sebelum perdana menteri Malaysia marahi Jokowi, aktivis Islam dari berbagai kalangan juga telah berteriak meminta Indonesia; dalam hal ini presiden Jokowi untuk angkat suara mengutuk kejahatan kemanusiaan di Myanmar. Bahkan aktivis Islam Indonesia meminta agar Duta Besar Myanmar untuk Indonesia diusir, sebagai bentuk ketegasan Indonesia merespon kejahatan genosida yang dilakukan otoritas Myanmar.

Sebagai negara dengan penduduk Islam terbesar di dunia, Indonesia harus menjadi leader dalam masalah-masalah umat Islam dunia. Namun sayangnya, seturut kegeraman Perdana Menteri Malaysia, Jokowi hingga detik ini belum menunjukkan sikap tegasnya atas kejahatan kemanusiaan di Myanmar terhadap warga muslim minoritas etnis Rohingya.

Berbeda dengan pembantaian warga muslim etnis Rohingya di Myanmar yang telah menewaskan ratusan ribu jiwa sejak tahun 2012-2016, dalam tragedi teror di Prancis, Jokowi respek dan dengan cepat angkat suara lantang mengutuk serangan teror di Prancis yang menewaskan lebih dari 100 orang pada Sabtu (14/11/2015).

Terkait sikap pemerintah Indonesia yang ditengarai ambivalen ini, dipertanyakan juga kalangan aktvis Islam. Pemerintah Indonesia diminta mengambil sikap tegas atas peristiwa genosida di Myanmar terhadap warga muslim etnis Rohingya yang terus berjatuhan korban jiwa (Am-S)

 

 

Leave a Reply

*