Besok DPR Kembali Bahas Holding BUMN Migas

Besok DPR Kembali Bahas Holding BUMN Migas

Faktual.co.id – Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Komisi VI besok Senin (16/1/2017), kembali membahas rencana Holding BUMN sektor energi. BUMN yang diundang rapat adalah PT Pertamina (Persero), PT Pertagas (Persero) dan PT PGN (Persero). Agenda rapat dengar pendapat dengan beberapa BUMN sector energi ini adalah terkait Holding BUMN Migas.

Sebelumnya, ketika rencana holding BUMN Migas ini muncul ke publik, berbagai respon pun bermunculan. Terutama terkait rencana pembentukan Holding PT Pertamina (Persero) dan PT PGN (Persero). Pengamat Migas Iwa Garniwa mengatakan, “sebaiknya pemerintah menggenjot PT PGN (Persero) Tbk agar jauh lebih ekspansif dari pada menggabungkannya dengan PT Pertamina (Persero) dengan skema perusahaan induk (holding).

Menurut guru besar Universitas Indonesia ini, 43 % saham PT PGN adalah milik publik. Dengan demikian, PT Pertamina harus membeli terlebih dahulu saham milik publik. Menjadi masalah adalah, PT Pertamina akan dihadapkan mahalnya harga saham ketika hendak membeli kembali saham milik publik tersebut. Dan hal ini akan menjadi beban keuangan bagi PT Pertmina.

Senada dengan Garniwa, Mantan Ketua Tim Reformasi Tata Kelola Migas, Faisal Basri menolak keras rencana holding migas tersebut. Menurutnya, PGN adalah BUMN sehat dan memiliki efisienasi yang baik.

Sebelumnya, PGN sejak lama telah mengkaji rencana mengambil alih Pertagas. Asbabnya adalah harga gas untuk industri yang makin mahal. Dengan demikian, Presiden mendorong Pertagas (anak perusahaan PT Pertamina) diambil alih oleh PGN. Namun yang terjadi sebaliknya, justru Kementerian BUMN mengusulkan penggabungan PT Pertamina dengan PT PGN dengan skema holding, dimana PT Pertamina sebagai induk holding [B-A]

 

 

 

Leave a Reply

*