Pemuda Dibui 141 Hari Karena Salah Tangkap

Foto : Ilustrasi

Faktual.co.id – Karena ketidaktelitian aparat pemuda di penjara selama 141 hari. Peristiwa tersebut terjadi di Magelang, Brian Okta Prastya (26) harus merasakan kerasnya hidup jeruji besi.

Bermula dari penjambretan di Dusun Ponggol, Desa Tamanagung, Muntilan, Magelang, Jawa Tengah pada 4 Januari 2015 pagi saat terjadi penjambretan yang dilakukan oleh sepeda motor dengan nopol AA 3642.

Kasus tersebut lalu diselidiki oleh kepolsian. Dari olah TKP, maka ditangkaplah dua orang yang diduga menjadi pelaku penjambretan yakni Deni Arifin dn Brian pada Agustus 2015.

Di depan majelis Pengadilan Negeri (PN) Muntilan, semuanya terbongkar. Ternyata pelaku penjambretan itu dilakukan Deni seorang diri. Pada saat kejadian, Brian sedang mengurus kolam lele.

Kemudian Brian dibebaskan pada 28 Desember 2015. Jaksa mengjukan banding kepada Mahkamah Agung. Hasilnya MA menolak kasasi dari Jaksa Penuntut Umum.

“Menolak kasasi dari Jaksa Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Mungkid,” putus majelis kasasi sebagaimana dilansir website Mahkamah Agung (MA), Senin (24/4/2017).

Ketua majelis hakim agung Sofyan Sitompul dengan anggota Sumardjiatmo-Desnayeti. Ketiganya secara bulat menyatakan bahwa Brian punya alibi yaitu sedang mengurus kolam, sebagaimana kesaksian saksi Muntaha.

“Terdakwa harus dibebaskan dari segala dakwaan Jaksa Penuntut Umum,” putus majelis pada 1 Juni 2016 dengan panitera pengganti Santhos Wachjoe.

Meski telah bebas, Brian sudah mendekam didalam bui selama 141 hari. Kasus ini menambah daftar panjang ketidakprofesionalan dan ketelitian aparat dalam menghadapi kejadian kejahatan. (YNS)

Leave a Reply

*