Arti Keberpihakan Pendidikan Bagi Primus

Anggota DPR RI Primus Yustisio bersama guru PAUD Al Hanif Desa Pasir angin Mei 2017 di Desa Pasir Angin Kecamatan Cileungsi kab. Bogor (Foto ; Suar)

Faktual.co.id – Dalam rangka kegiatan Reses, anggota DPR RI Primus Yustisio mengisinya dengan mengikuti kegiatan Perayaan Hardiknas 2 Mei 2017 yang diselenggarakan PAUD Al Hanif Desa Pasir angin Mei 2017 di Desa Pasir Angin Kecamatan Cileungsi kab. Bogor. Kehadirannya pada acara puncak Hardiknas itu disisipi dengan kegiatan diskusi bersama guru-guru PAUD, penyerahan juara lomba lukis anak dan penyerahan bantuan PKBL dari salah satu BUMN secara imbolis kepada PAUD Al Hanif. Primus berharap, bantuan yang diserahkan bermanfaat bagi pengembangan pendidikan anak usia dini di desa Pasir angina.

Dalam berbagai kesempatan, Primus Selalu katakan “saya berpolitik hanya untuk bermanfaat bagi orang lain.” Sejurus pernyataannya, dalam kegiatan kedewanan sebagai anggota DPR RI, konsennya terhadap dunia pendidikan terlihat nyata.

Suatu waktu, dalam sesi kegiatan masa Reses di daerah pemilihan Kabupaten Bogor, kondisi bangunan salah satu Taman Pengajian Qur’an yang sudah reot memantik rasa ibanya hingga meneteskan air mata. Kepada salah satu stafnya di DPR, pesohor di industri seni peran ini meminta agar program bantuan PKBL BUMN dialokasikan juga ke TPQ yang ia datangi itu; yakni  TPQ Al-Misbah di Rawakalong. Kini, berkat program PKBL, pembangunan TPQ Al-Misbah di bawah naungan Yayasan As-Syafi’iyah Unit Rawakalong-Gunung Sindur sedang berjalan.

Bantuan program serupa pun dilakukan anggota DPR dari dapil Jawa Barat V ini ke lembaga pendidikan formal swasta melalui program PKBL. Salah satunya bantuan laboratorium komputer kepada  SMK Nurilda Pamijahan Cimayang Kecamatan Pamijahan Kabupaten Bogor. Kini siswa/siswi SMK Nurilda Pamijahan Cimayang sudah bisa menggunakan Lab computer.

Perkembangan pengetahuan peserta didik yang terus berakselerasi dengan perkembangan teknologi informasi yang begitu cepat, perlu ditopang juga dengan sarana belajar di sekolah yang memadai. Salah satunya sekolah harus punya Lab Komputer. “Percuma bicara tentang IT kalau sekolah tak punya Lab komputer,” demikian kata Primus. Bantuan untuk sarana pendidikan pun dilakukan politisi PAN ini kepada beberapa yayasan pendidikan Islam yang ada di Kabupaten Bogor.

Selama ini program PKBL sebagai kerja sama kemitraan DPR Komisi VI dan Kementerian BUMN. Alokasi dana PKBL didistribusikan ke daerah pemilihan setiap anggota DPR Komisi VI. Konsen Primus pada dunia pendidikan yang tinggi, membuat sebahagian dana PKBL, diarahkan untuk membantu lembaga-lembaga pendidikan swasta di bawah yayasan pendidikan Islam. Meski kini telah ditugaskan Fraksi PAN DPR RI untuk bertugas di Komisi VII DPR RI, Primus tetap berkomitmen, mengarahkan program-program kemitraan untuk pembinaan dapil pada pembangunan SDM dan dukungan infrastruktur di daerah pemilihannya.

Dihari pendidikan yang jatuh pada Senin, 2 Mei 2017, Primus berpesan, agar anggaran pendidikan 20% dari total pagu belanja APBN setiap tahun, harus didistribusikan secara merata dan adil. Dalam rangka memajukan pendidikan nasional. “Jangan sampai pendidikan kita jauh tertinggal dengan negara-negara di kawasan Asia Tenggara,” demikian pungkasnya [BA]

Leave a Reply

*