Kriminalisasi Ayatullah Amien Rais

Kriminalisasi Ayatullah Amien Rais

Oleh : Aria Ganna

(Pemerhati Keadilan)

Faktual.co.id– Fakta persidangan kasus pengadaan alkes melebar, menyentuh nama tokoh besar Amien Rais. Bagi yang belum paham kasusnya, sedikit bisa disaripatikan seperti ini : Siti Fadhilah selaku menkes kabinet periode 2004 – 2009 membuat surat perintah untuk penunjukkan langsung (PL), mengapa musti PL karena kondisi pada saat itu membutuhkan proses pengadaan yang cepat, tapi ini mungkin sudah diperdebatkan dalam sidang.

Selanjutnya, rekanan tersebut dalam kasus ini yang akan dibuktikan adalah memberikan gratifikasi kepada Bu Menkes. Selain dugaan Bu Menkes terima duit, berkembang informasi Bu Menkes mengarahkan rekanan untuk ikut menyumbang sebuah yayasan. Nah, dalam kelanjutan sebuah cerita, yayasan tersebut menyalurkan bantuan sosial melalui Amien Rais. Di titik inilah, media dibuat heboh bahwa Amien Rais menerima aliran dana.

Bagi kami yang tidak paham hukum, maka menggunakan logika orang bodoh menjadi aneh bin janggal. Ilustrasinya dibuat sederhana seperti ini, ada koruptor yang kebetulan punya pesantren atau menyumbang gereja. Lalu, pesantren atau gereja tersebut menyalurkan uang sumbangan koruptor melalui Pak Kyai atau Romo, karena dianggap paham kantong-kantong kemiskinan.

Uang sumbangan tersebut digunakan Pak Kyai atau Romo sebuah gereja untuk membantu anak fakir miskin dan yatim piatu. Ternyata hasil sumbangan itu hasil korupsi, maka Pak Kyai atau Romo dianggap ikut menerima aliran dana. Begitulah yang terjadi pada Amien Rais. Sekali lagi, aneh bin janggal.

Mungkin memang aneh bin janggal kalau ahistoris dengan kiprah dan sepak terjang Amien Rais belakangan ini. Mengapa tiba-tiba kasus ini muncul? Kasus yang sepuluh tahun lampau kemudian menjadi ngehits. Tapi bagi banyak orang yang mengamati kritik-kritik Pak Amien kepada pemerintahan Jokowi – JK maka mendengar kasus ini akan akan mudah untuk membuat konklusi, yaitu kriminalisasi

Bagi yang masih ahistoris tentang kritik Amien Rais kepada pemerintah sedikit kami ikhtisarkan, adalah sebagai berikut :
pertama Kritik atas target pemerintah yang kemudian kita sebagai negara berdaulat didominasi asing dan aseng
kedua melalui unjuk rasa yang tertib yang dikenal Aksi Bela Islam menyuarakan ketidakadilan dan penistaan agama yang dilakukan Ahok. Puncaknya, Ahok kalah dan dipenjara. Banyak yang berspekulasi, kekalahan Ahok adalah kekalahan pemerintah karena Ahok dianggap jagonya pemerintah. Ahok dianggap mau mengoperasionalkan proyek – proyek pemerintah.

ketiga Setelah kekalahan Ahok, mulai banyak bermunculan kriminalisasi terhadap ulama. Amien Rais lagi-lagi di depan membela para ulama yang dikasuskan. Segala macam upaya konstitusional ditempuh, mulai dari unjuk rasa hingga melaporkan kepada Komnas HAM.

keempat Seolah tak pernah lelah, pasca kekalahan Ahok makin nyaring mengungkapkan korupsi Ahok terkait kasus RS Sumber Waras dan reklamasi. Dengan lantang bahkan Pak Amien menantang Luhut Pandjaitan adu data reklamasi. Pak Luhut menjanjikan setelah ada kajian dari Bappenas sementara Pak Amien dan Marwan Batubara sudah membukukan kasus reklamasi tersebut.

kelima Di forum peringatan 19 tahun reformasi tribute to Amien Rais yang diselenggarakan Pemuda Muhammadiyah, dalam pidato kebudayaannya, Amien Rais secara lugas kritik-kritik kepada Presiden Jokowi. Yang awal disebut adalah untuk menghentikan kebijakan pemerintah untuk meminjam dana ummat jamaah haji untuk proyek – proyek infrastruktur.

Singkat cerita, dugaan aliran kepada Amien Rais di saat derasnya kritik-kritik yang dialamatkan kepada pemerintah, menjadi bias. Spekulasi kriminalisasi menjadi sangat gamblang. Yang menarik adalah Amien Rais merespon dengan cepat dan berani: akan mendatangi KPK tidak hanya akan menerangkan secara detail alur cerita yang terjadi sepuluh tahun yang lalu, lebih dari itu Pak Amien juga akan melaporkan kasus korupsi yang selama ini ada, besar dan melibatkan tokoh kaliber.

Bagi kami warga biasa, apa yang akan dilakukan Pak Amien untuk melaporkan kasus korupsi memberikan angin segar keadilan yang selama ini terpendam dan terbungkam. Terbang ingatan semoga dua kasus / dua tokoh itu ada diantaranya kasus BLBI, kasus penjualan saham Indosat, kasus penjualan VLCC, kasus Bank Century, kasus pengadaan bus Transjakarta, dan tentu saja kasus reklamasi dan perpanjangan izin Freeport. Semoga…

Leave a Reply

*