Rumah Gerakan 98 “Cuma Nampang” Dengan Masalah Pak Amien

Rumah Gerakan 98 “Cuma Nampang” Dengan Masalah Pak Amien

Faktual.co.id– Rabu, (7/6/2017, sekelompok orang yang menamakan dirinya Rumah Gerakan 98 mendatangi gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Kuningan Jakarta Selatan, mereka meminta KPK tak usah takut mengusut Amien Rais terkait penyebutan nama Amien dalam aliran dana alkes. Sekitar belasan orang yang mengaku sebagai alumni gerakan reformasi 98 ini menyatakan Amien Rais bukan bapak reformasi 98. Oleh karena itu KPK tak usah takut mengusut aliran dana alkes yang disampaikan Jaksa KPK.

Menanggapi hal ini, Ketua Umum Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (BM PAN) Ahmad Yohan katakan, orang-orang yang menamakan diri Rumah Gerakan 98  ini tidak jelas. Mereka cuma ingin numpang populer dengan polemik ini. Padahal pernyataan Jakasa KPK itu sudah mendapatkan titik terang. Baik dari Soetrisno Bachir yang memberikan sumbangan pada Amien Rais, dan Siti Fadilah Supari pun sudah menepis pernyatataan Jaksa KPK terkait penyebutan nama Amien Rais dalam aliran dana alkes.

Kepada Faktual.co.id Yohan katakan, pendemo yang menamakan dirinya Rumah  Gerakan 98 ini orang-orang tak jelas yang tidak pernah kita kenal dalam sejarah reformasi. Kalau mereka tenggelam dalam heroisme gerakan reformasi 98, artinya mereka ini bukan siapa-siapa. Coba kita buka kembali lembaran sejarah reformasi 1998, siapa orang-orang ini, yang menamakan dirinya rumah gerakan 98. “Siapa mereka, berani-beraninya mengklaim reformasi 98 sebagai miliknya. Amien Rais sendiri pun tak pernah meminta predikat bapak reformasi 98. Reformasi 98 adalah milik kolektif seluruh rakyat yang ikut bergerak pada reformasi 98.

Sebutan sebagai bapak reformasi itu diberikan masyarakat dan mahasiswa karena keuletan Amien Rais bersama mahasiswa saat reformasi 98. Sebutan itu datang tanpa sedikit pun diminta oleh Amien Rais. Tapi kalau ada orang yang datang mengklaim bahwa reformasi ini milik mereka, maka orang ini tidak waras. Mereka cuma mau nampang saja dengan masalah yang menimpa Amien Rais.

Lebih lanjut Yohan katakan, wajar Amien Rais mendapat predikat sebagai bapak reformasi dari masyarakat, karena sejak tahun 90-an, ketika masih menjadi Ketua Umum PP Muhammadiyah, Amien Rais sudah bicara lantang tentang suksesi kepemimpinan nasional dan pentingnya reformasi.

Hal ini dilakukan Amien Rais, ketika banyak orang masih sangat takut dengan rezim orde baru. “Jadi Amien Rais ini bukan ujuk-ujuk muncul saat tahun 21 Mei 1998, tapi jauh sebelum itu, melalui ormas Muhammadiyah yang dipimpinnya, ia sudah mengkritik Soeharto dan mendesak suksesi kepemimpinan nasional,” demikian tegas Yohan [Sy-K]

Leave a Reply

*