Sebagai Driver Privat Taxi Online Hotnida Menginspirasi Kaum Wanita

Sebagai Driver Privat Taxi Online Hotnida Menginspirasi Kaum Wanita

Oleh : Munir A.S

Hotnida, diusianya jelang 50 tahun, ia berjibaku di tengah hiruk-pikuk ibu kota. Mengais rejeki dengan jalan halal, demi melanjutkan hidup di tengah mampet dan padatnya lalu lintas Jakarta. Ibu Hotnida tepatnya, bekerja sebagai driver di salah satu perusahaan privat taxi online ternama di Jakarta. Ibu berdarah asli Batak, ini pensiunan pegawai swasta. Diusianya yang tak lagi muda, ia menyambung hidup menjadi driver privat taxi online.

“Saya pensiunan perusahaan swasta mas, jadi ga ada jaminan hari tua, yah terpaksa mencari penghasilan sebagai driver privat taxi online.” Begitu kata Hotndia dalam obrolan singkat kami di perjalanan.

Hotnida sudah satu tahun bekerja sebagai driver privat taxi online. Dari profile singkatnya di aplikasi privat taxi online, selama satu tahun kerja itu, ia telah melakukan 773 perjalanan. Dengan Daihatsu Xenia yang dikemudianya, selama satu kerja ia telah memperoleh 475 bintang.

Hotnida (Driver Privat Taxi Online (Foto : MS)

Sebagaimana biasa, setelah setiap perjalanan, penumpang dan mitra pengemudi diberikan kesempatan untuk memberi penilaian terhadap satu sama lain berdasarkan pengalaman trip mereka. Sistem penilaian digunakan untuk memastikan bahwa penumpang dan mitra pengemudi yang terbaik yang menggunakan Uber. Penilaian selalu diakumulasikan menjadi nilai rata-rata.

Sebagai wanita dengan usia yang tak lagi muda, dengan perolehan bintang yang lumayan ini, menandakan Hotnida wanita ulet dengan etos kerja tinggi. Profil kinerja Hotnida seakan menceritakan keuletan wanita-wanita Batak di pesisir danau Toba, yang melakoni peran ganda. Sebagai ibu rumah tangga dan sebagai pencari nafkah dengan mengais rejeki di pinggir danau Toba sebagai nelayan.

Hotnida, menginspirasi kaum wanita, bahwa tak selamanya wanita terpaku pada peran-peran domestik. Bahwa usia tak menjadi penghalang mengais rejeki yang halal. Sekan Hotnida memberikan pesan, bahwa kejamnya Jakarta, tak membuat ia dan kaumnya pasrah dan tercelup dalam kubangan dosa; menghalalkan semua cara demi rupiah. Lima bintang untuk Hotnida ***

Leave a Reply

*