Relawan Semakin Masif Memperkenalkan Maridin Jamil ke Warga

Relawan Semakin Masif Memperkenalkan Maridin Jamil ke Warga

Faktual.co.id – Dalam pilkada, faktor kerja relawan sangatlah penting dalam mendongkrak popularitas dan elektabilitas calon kepala daerah. Hal tersebut bisa kita lihat pada Pilkada DKI Jakarta 2017. Faktor relawan menjadi episentrum yang turut berperan dalam mengatrol popularitas dan elektabilitas.

Popularitas dan elektabilitas akan sulit dikejar, mana kala kerja tim relawan semakin masif, baik di lini masa maupun iklan layanan publik dan atribut kampanye yang masif di ruang publik. Tak tanggung-tanggung ada kandidat kepala daerah dan konsultannya, membentuk tim relawan berlapis dengan berbagai nama relawan. Para relawan ini bekerja di kantong-kantong suara. Memperkenalkan kandidat dan programnya kepada warga.

Dalam pilkada serentak 2018, hal serupa pun bisa kita lihat pada kerja tim relawan Maridin Jamil (MJ). Atributisasi dalam rangka memperkenalkan MJ dan programnya pada masyarakat Kerinci pun kian masif. Tak cuma itu, tim relawan pun merangsak masuk ke kampung-kampung, dari rumah ke rumah, dari pintu ke pintu dalam rangka memperkenalkan program-program prioritas MJ pada warga kabupaten Kerinci.

Tak ayal, dari kerja-kerja tim yang masif, nama MJ kini menjadi perbincangan publik dalam bursa Pilkada kabupaten Kerinci 2018. Fokus kerja relawan MJ dititik beratkan pada kantong-kantong suara suara di kabupaten Kerinci. Selain mendorong pengenalan masyarakat terhadap sosok MJ, juga memperkenalkan program unggulannya pada masyarakat Kerinci.

Sejauh ini, untuk visi ke depan, MJ tetap fokus pada potensi lokal yang ada di Kabupaten Kerinci. Diantaranya potensi pariwisata dan pertanian. Dua sektor ini diharapkan menjadi sumber daya dalam rangka mendorong PAD Kerinci. Dalam pandangan MJ, untuk membangun dua sektor ini, APBD harus difokuskan pada belanja produktif yang terkait dengan infrastruktur dasar di bidang kepariwisataan dan pertanian.

Kalau infrastruktur dasarnya bagus seperti akses jalan dan sarana konektivitas, tentu investasi pun akan berjalan dengan baik. Pertumbuhan ekonomi akan terjadi bila APBD bisa menstimulasi sektor-sektor ekonomi di sekitar lingkungan pariwisata dan pertanian.

Menurut MJ, pariwisata dan pertanian adalah dua sektor yang paling tinggi menyerap tenaga kerja. Jadi, peningkatan APBD, khususnya belanja daerah, harus bisa mengkompensasi pertumbuhan kesejahteraan masyarakat. Lapangan kerja tercipta, peningkatan daya beli masyarakat dan terjadinya penurunan angka kemiskinan.

Menurut MJ, ke depan, Pemda Kabupaten Kerinci perlu menggali sumber PAD dari sektor pariwisata. Pada APBD tahun 2015 misalnya, sektor pariwisata hanya berkontribusi Rp.500 juta terhadap PAD kabupaten Kerinci. Mestinya, dengan banyaknya destinasi wisata, bila dikelola dengan baik, maka dapat meningkatkan PAD dari sisi pariwisata dua kali lipat.

Potensi wisata seperti air terjun Pendung Semurup, air terjun 14 tingkat Sungai Medang, Danau Kaco di Lempur, air terjun Pancuran Rayo Pulau Tengah belum dikelola dengan baik. Selain itu, wisata yang paling ramai dikunjungi warga seperti Air Terjun Bertingkat di Talang Kemulun serta air terjun di Kecamatan Batang Merangin perlu direvitalisasi dalam rangka meningkatkan pengunjung. Akses informasi publik pun perlu dibuka seluas-luasnya terhadap destinasi wisata di kabupaten Kerinci. Kerinci juga punya wisata goa yang bahkan belum banyak diketahui karena kases infrastruktur jalan yang belum memadai dan akses informasi yang masih terbatas. Intinya, objek wisata yang di Kabupaten Kerinci, bisa menggerakkan roda ekonomi di sekitar destinasi.

Selain sektor pariwisata, komoditi pertanian pun menjadi sektor unggulan yang bisa diandalkan. Selama ini, orientasi sektor pertanian, lebih ditumpukan pada produk pertanian yang konsumtif sifatnya. Pemerintah belum benar-benar mengarahkan kebijakan di sektor pertanian pada orientasi bisnis. Akibatnya, hasil pertanian tak memiliki produk derivatif dalam rangka memberikan nilai tambah ekonomi kepada masyarakat dan PAD Kerinci. Ke depan, sektor pertanian di Kerinci digerakkan ke arah industri. Meningkatkan produk derivatif untuk memberikan value added pada hasil pertanian. Olehnya itu sasaran belanja APBD pun di arahkan pada revitalisasi pertanian di kabupaten Kerinci.

Dengan dua sektor potensial ini (pertanian dan pariwisata), MJ berharap, dapat menopang PAD Kabupaten Kerinci. Bila PAD meningkat, maka alokasi APBD untuk belanja sosial, baik di bidang pendidikan dan kesehatan bisa ditingkatkan. Dengan demikian biaya pendidikan dan kesehatan yang bisa dijangkau rakyat miskin dapat dialokasi melalui APBD yang produktif dan pro rakyat. Porsi realisasi belanja daerah harus dititik beratkan pada sektor-sektor ekonomi yang bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat kabupaten Kerinci.

Program-program unggulan inilah yang menjadi materi sosialisasi para relawan MJ ke masyarakat. Media yang disampaikan pun bermacam-macam. Baik melalui pamflet, billboard, spanduk dan stiker. Materi kampanye melalui beberapa media ini pun isinya berkaitan dengan program MJ ke depan bila diamanahkan sebagai Bupati Kerinci.

Harapannya, dengan pengenalan warga pada sosok MJ dan program prioritasnya, pada Pilkada Kabupaten Kerinci 2018 nanti, warga kabupaten Kerinci dapat memberikan amanah kepemimpinan pada MJ berdasarkan program pembangunan yang akan dikerjakan selama lima tahun ke depan di Kabupaten Kerinci. ***

 

Leave a Reply

*