Kementerian Desa Di Pusaran Suap BPK

Kementerian Desa Di Pusaran Suap BPK

Faktual.co.id- Bulan Mei 2017, tiba-tiba KPK meng-OTT anak buah Kementerian Desa Irjen Kemendes. Dalam OTT pada 26 Mei lalu, KPK menangkap salah satu auditor utama BPK, dan Irjen Kementerian Desa bernama Sugito. KPK menyita Rp 40 juta sebagai bagian komitmen suap Rp 240 juta untuk mendapatkan opini WTP terhadap anggaran Kementerian Desa tahun 2016.

Kasus suap BPK oleh Irjen Kemendes, nampak tak begitu nyaring. Memang, korupsi di sekitar istana biasanya tak begitu nyaring, bila dibandingkan korupsi para penentang istana. Bunyinya nyaring dan dengungnya menggema kemana-mana. Meskipun dua-duanya diduga melakukan tindak pidana korupsi.

Tapi tertangkapnya Irjen Kemendes, membuat perbincangan publik begitu bising. Ada yang bertanya, apakah sang menteri desa tak terlibat dalam suap BPK untuk mengantongi opini WTP di kementerian yang dipimpinnya? Pertanyaan awam selalu begitu. “Jangan-jangan Irjen Kemendes yang ter-OTT itu disuruh bos-nya.

Bau anyir suap yang menyembul ke ruang publik pasca OTT KPK dengan mengamankan Irjen Kemendes dan ouditor utama BPK, segera menghela kira-kira dan purbasangka, bersihkan kementerian yang dipercaya menjadi regulator pelaksanaan dana desa sebesar Rp.60 triliun pada APBN TA 2016?

Dus, pengaduan 300-an kasus penyimpangan dana desa yang mengendap di KPK, pun ikut menggahar kita untuk bertanya-tanya, apakah kasus suap yang di-OTT KPK, adalah rangkaian praktek penyimpangan yang menumpuk-numpuk di Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi?

Lagi-lagi, alokasi dana desa yang -/+ mendekati Rp.1 miliar per desa setiap tahun anggaran APBN, adalah jumlah anggaran yang tak sedikit. Jumlah anggaran per desa/tahun Rp.1 miliar, pun menjadi domain KPK bila terjadi penyimpangan di dalamnya. Instrumen hukum KPK sudah saatnya merangsak masuk ke pengelolaan dana desa. Equality before the law. Prinsip inilah yang menjadi landas pijak KPK dalam pemberantasan korupsi, dari istana hingga ke kantor desa [MS]

Leave a Reply

*