Gagal di SEA Games 2017, Menpora Mundur Saja

Gagal di SEA Games 2017, Menpora Mundur Saja

Oleh : Munir A.S

Faktual.co.id – Setelah pemasangan bandera nasional Indonesia terbalik dalam buku panduan SEA Games 2017 oleh pemerintah Malaysia, peristiwa itu menggahar emosi nasionalisme kita. Emosi keindonesiaan, seakan menyala dan berkobar-kobar di event SEA Games 2017 di Malaysia. Setelah penghinaan pada bandera nasional, peristiwa beruntun kemudian memantik atlit Indonesia di SEA Games 2017, dari Timnas sepak bola yang nyasar oleh supir bus asal Malaysia, hingga jatah makan yang habis untuk para atlit merah putih.

Tak kalah mencengangkan, di dalam gelanggang pertandingan, peristiwa kecurangan wasit terhadap atlit loncat Indah dan sepak takraw putri asal Indonesia dan beberapa kasus serupa, seakan menunjukkan keserakahan Malaysia. Menghalalkan segala cara asal juara. Peristiwa janggal dan tontonan keserakahan Malaysia, menghela adrenalin nasionalisme kita, untuk meraih medali sebanyak-banyaknya pada SEA Games 2017.

Peristiwa demi peristiwa itu, seakan  menghadapkan Indonesia dan Malaysia vis a vis pada ajang SEA Games 2017. Hal itu terlihat pada laga semifinal sepak bola Indonesia kontra Malaysia di ajang SEA Games 2017 yang penjadi puncak seteru urat saraf kedua bangsa serumpun ini.

Namun apa dikata, gawang timnas dibobol jelang menit-menit terakhir. Indonesia terdepak dan gagal lanjut ke final. Lagi-lagi, harapan bangkitnya Timnas setelah meraih medali emas pada SEA Games 1991, pupus dihadang Malaysia di kandangnya. Merah putih terkoyak. Mental 250 juta penduduk Indonesia jatuh. Ada apa? Hingga 26 tahun belakangan, sepak bola Indonesia tak sanggup bangkit?  Alih-alih bangkit dan berbenah, momok seterus PSSI vs Menpora yang pernah terjadi, justri menceritakan bobroknya politik persepakbolaan kita.

Alih-alih, peristiwa demi peristiwa itu memecut semangat nasionalisme untuk meraih medali sebanyak-banyaknya di berbagai cabang olahraga lainnya, yang terjadi justru terbalik,  hingga Rabu (30/8), Indonesia baru meraih 38 medali emas, 62 perak, dan 89 perunggu.

Indonesia bertengger di posisi ke lima dalam klasmen perolehan medali di SEA Games 2017 di bawah negara kecil Singapura. Sebaliknya, Malaysia berada di puncak klasmen perolehan medali dengan mengumpulkan 140 medali emas, 89 medali perak dan 85 medali perunggu.

Salah satu media terkemuka di Indonesia menulis berita dengan judul : “Darurat Olahraga Indonesia.” Para pakar dan kritikus olahraga angkat biacara. Dibilangnya olahraga nasional salah urus. Semua masalah terbuka menganga pasca gagal di Sea Games 2017. Dari soal kesiapan atlit, infrastruktur olahraga hingga anggaran pembinaan yang macet dan silang sengkarut.

Tak ketinggalan Menpora; Imam Nahrwi yang memelas minta maaf pada masyarakat Indonesia atas kegagalannya. Untuk apa? Yang dibuthkan rakyat bukan kata maaf, tapi prestasi. Hampir tiga tahun Menpora Imam Nahrawi mengurusi olah raga nasional, tak nampak prestasi luar biasa yang diperoleh Indonesia di event-event internasional. Apakah serangakaian kegagalan itu, tak cukup mengumpulkan rasa malu, lalu Imam Nahrawi mundur saja dan serahkan masalah olah raga nasional pada yang lebih ahli?

Leave a Reply

*