PNBP Selalu di Bawah Target Selama Susi Pimpin KKP

PNBP Selalu di Bawah Target Selama Susi Pimpin KKP

Penulis : Munir A.S

Faktual.co.id- Realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) tiga tahun terakhir di sub sektor perikanan tangkap terus menurun. Hal tersebut terlihat pada paparan data Dirjen Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam pembahasan PNBP RAPBN 2018.

Pada data yang terpampang, terhitung sejak 2015, target PNBP dari sub sektor Perikanan tangkap terus merosot. Pada APBN 2015, realisasi penerimaan PNBP perikanan sebesar Rp.77,47 miliar atau hanya mencapai 13,39% dari target yang ditetapkan sebesar Rp.578,79 miliar. Sementara pada tahun sebelumnya (2014), realisasi PNBP sebesar Rp.214,44 miliar atau mencapai 85,78% dari yang ditargetkan sebesar Rp.250 miliar.

Kemerosotan yang sama terjadi pada realisasi PNBP Perikanan pada APBN 2016. Dari target yang ditetapkan sebesar Rp.693 miliar, dalam realisasinya hanya 51,64% atau sebesar Rp.357,88 miliar. Untuk Tahun 2017, sampai dengan 18 September 2017, dari target PNBP yang ditetapkan sebesar Rp.693 miliar, yang baru terealisasikan adalah sebesar 36,05% atau sebesar Rp.342,40 miliar.

Rendahnya perolehan PNBP selama Susi Pujiastuti menjadi menteri perikanan, disebabkan oleh tata kelola sektor perikanan yang terkesan kasuistik dan sektoral. Bahkan dalam rapat Badan Anggaran DPR, Selasa (19/9), Susi dinilai kurang berperan dalam kapasitasnya sebagai regulator di bidang perikanan dan kelautan. Susi dalam arah kebijakannya cenderung menempatkan Kementerian Perikanan dan Kelautan sebagai lembaga penegak hukum.

Untuk tahun anggaran 2018 PNBP disektor perikanan yang ditargetkan adalah sebesar Rp.494,46 miliar. Target ini bersumber dari asumsi potensi penerimaan yang bersumber dari PNBP yang akan digali oleh Kemenerian Perikanan dan Kelautan. Misalnya, untuk kapal yang belum melajukan realisasi izin saja nilainya bisa mencapai Rp.34 miliar.

Di tahun 2018, diperkirakan ada 10% realisasi SIUP yang diberikan. Sementara kapal yang belum melakukan perpanjangan izin potensi PNBP nya mencapai Rp.34,2 miliar. Angka ini diperoleh dari potensi penerimaan berupa 50% kapal-kapal dalam negeri yang belum memperpanjang izin Penangkapan ikan selama dua (2) tahun [M/S]

Leave a Reply

*