Tereweng-Alor Pulau Penyumplai Ikan Kering

Tereweng-Alor Pulau Penyumplai Ikan Kering

Rahmad Nasir

(Kontributor Faktual.co.id Kabupaten Alor)

Faktual.co.id – Jika anda mampir ke Alor, apalagi berjalan-jalan ke pasar-pasar di Kalabahi akan mudah menemukan penjualan ikan asing/ikan kering. Meski berasal dari daerah yang berbeda-beda dari beberapa pesisir dan pulau-pulau kecil gugusan kepulauan Alor namun ada satu jenis ikan asin kering yang rasanya sangat enak dan tidak gatal. Mungkin karena proses pengawetannya berkualitas sehingga hasilnya juga baik.

Ikan kering dari Pulau Tereweng didominasi oleh ikan “belo-belo” yang dibelah kemudian diberi garam dan dijemur selama beberapa hari. Anda dapat menemukan dalam tiga jenis ikan asing berdasarkan kelembapan (sangat kering, kering dan setengah basah). Masing-masing dapat diolah di dapur menjadi lauk yang sangat gurih dicicipi dengan nasi beras maupun nasi jagung atau boleh juga dengan ubi dan pisang.

Ikan kering adalah lauk alternatif jika musim angin atau lautan Alor dalam kondisi tidak stabil sehingga nelayan-nelayan tidak dapat melaut karena pertimbangan resiko gelombang dan arus yang besar. Saat cuaca tidak mendukung menyebabkan jumlah ikan-ikan segar yang dijual di pasar-pasar Alor mengalami penurunan kuantitas bahkan tidak ada yang dijual, di sinilah peran ikan kering untuk menggantikan lauk orang Alor karena dapat disimpan dalam waktu yang cukup lama.

Ikan kering tersebut dapat dibakar, dimasak kuah asam atau digoreng. Ada satu resep masakan ikan kering yang sangat disukai banyak orang adalah digoreng balik tomat dan asam serta dilaburi kecap manis. Ini akan sangat menambah cita rasa di meja makan dengan menu apa saja. Ikan di lautan Alor sangat melimpah apalagi saat musimnya sehingga orang-orang Alor bahkan bisa merasa jenuh dengan ikan segar yang dimasak/digoreng/dibakar. Oleh karena itu sesekali diselingi dengan olahan menu ikan kering untuk mencoba mengganti rasa di lidah.

Berbeda dengan ikan kering dari Pulau Ternate yang dikeringkan dari hasil menyelam sekaligus memanah yang kemudian dibelah, diawetkan dengan garam dan dijemur. Masyarakat Pulau Tereweng mendapatkan ikan dengan jalan dipukat sehingga jumlahnya juga cukup banyak. Hal ini juga dalam rangka menambah pendapatan sekaligus membantu pembiayaan pendidikan anak-anak mereka di rantauan.

Ikan kering ini biasa dijual orang-orang Pulau tereweng dengan harga Rp.10.000,-/4 ekor. Namun jika sudah masuk ke pasar maka harganya sudah berubah menjadi Rp.20.000,-/4 ekor. Oleh karena itu jika ingin membeli dalam jumlah banyak sebaiknya dibeli secara langsung ke orang Tereweng baik datang sendiri ke Pulau Tereweng atau di pelabuhan laut Kalabahi.

Peluang bisnis usaha ikan kering cukup menjanjikan jika ditekuni secara baik dengan membangun jejaring komunikasi yang baik dengan para nelayan dari Tereweng serta pembacaan permintaan pasar yang bisa datang dari luar pulau Alor maupun dalam domestik Alor sendiri. Ikan kering Tereweng juga mungkin saja dapat dibisniskan antar negara yakni dengan negara tetangga Republik Demokrat Timor Leste yang hanya memakan waktu semalam sampai ke Timor Leste menggunakan motor laut.

Sampai saat ini ikan kering Alor hanya dijual begitu saja tanpa ada kemasan yang baik sehingga ini menjadi perhatian bagi para pebisnis ikan kering atau calon pebisnis ikan kering. Padahal kemasan dapat membuat harganya semakin tinggi. Salah satu oleh-oleh yang sering dibawa ke rantauan adalah ikan kering. Biasanya adalah anak-anak Alor yang sedang berkuliah di luar Alor (Kupang, Sulawesi, Jawa, NTT dan lain-lain) selalu membawa ikan kering sebagai bekalnya.

Ikan kering Pulau Tereweng Alor dapat dikonsumsi dengan jagung bose, nasi jagung, ubi dan pisang rebus apalagi berbarengan dengan sayur marungga panas alias sayur motong dalam istilah orang Alor. Jika anda orang baru yang sedang mampir di Alor silahkan mencoba gurihnya ikan kering pulau Tereweng Alor ***

 

Leave a Reply

*