Ketua Umum BM PAN Sebut Mendikbud Gagal Paham

Ketua Umum BM PAN Ahmad Yohan (foto; Red)

Faktual.co.id Ketua Umum Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (BM PAN) Ahmad Yohan, menyayangkan pernyataan menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy dalam menanggapi laporan Program for International Students Assesement (PISA) saat pertemuan di UNESCO November lalu. Sebagaimana yang dirilis salah satu media nasional pada 4 Desember 2017, setelah melihat laporan PISA di pertemuan UNESCO, Muhadjir katakan, “Saya khawatir yang dijadikan sample Indonesia adalah siswa-siswa dari NTT semua”.

Menanggapi pernyataan Mendikbud ini, Yohan katakan, sebagai seorang menteri, seharusnya Muhadjir lebih cerdas dan tidak gagal paham. “Itukan data survey, tidak mungkin negara sebesar Indonesia dengan 34 provinsi dan jumlah penduduk 250 juta jiwa, sampel datanya dari NTT semua. Data PISA sebagai lembaga internasional yang kredibel, tentu mengambil semua provinsi di Indonesia sebagai sampel. Jadi kalau pemeringkatan pendidikannya rendah, berarti data itu mewakili kualitas pendidikan di seluruh wilayah di Indonesia. Masa seorang menteri gagal paham soal metodologi survey?”

Lanjut Yohan, pernyataan Mendikbud ini akibat kepanikan dia karena tidak sanggup mengurus pendidikan di Indonesia. “Kalau tidak sanggup lagi mengurus pendidikan di Indonesia sebaiknya mundur saja deh, daripada membuat pernyataan yang mencedarai hati orang-orang NTT. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu sebagai policy making pendidikan di Indonesia. Jadi kalau survey PISA menyebutkan pemeringkatan kualitas pendidikan Indonesia ada di urutan paling bawah, ya menterinya ngaca dong dengan kinerjanya. Itu artinya kinerja Mendikbud itu jelek. Kalau kinerjanya jelek ya tau malu dong; mundur saja. Selama menjadi Mendikbud juga kita tak melihat adanya suatu pikiran out of the box dari Muhadjir untuk memajukan pendidikan di Indonesia.”

Yohan menanyakan, kenapa Muhadjir tidak menyebutkan Provinsi lain juga. Seperti Banten, Aceh, Papua, NTB dan Kalimantan yang juga kualitas pendidikannya rendah secara nasional. “Kenapa cuma NTT yang dia sebut? Apakah Muhadjir ini punya sentimen buruk dengan masyarakat NTT?  Atas pernyataan yang tendensius dan mencederai perasaan orang NTT itulah politisi PAN asal NTT ini meminta presiden Jokowi agar mengevaluasi Muhadjir Effendy. Ia juga meminta agar Mendikbud juga meminta maaf kepada masyarakat NTT atas pernyataannya dalam menanggapi PISA terkait pemeringkatan kualitas pendidikan di Indonesia.

Penulis : Ilias

 

Leave a Reply

*