BNN Datangi HMI

BNN Datangi HMI

Senin (17/10/2016)  Menindaklanjuti pernyataan Presiden RI Joko Widodo yang menyatakan bahwa Indonesia Darurat Narkoba, langsung mendapat respon dari BNN yang bekerjasama dengan Pengurus Besar Himpunan Mahsiswa Isalm PB (HMI). Bertempat di Hotel Kartika Chandra digelar kegiatan yang bertajuk Asistensi Penguatan Pembangunan Berwawasan Anti Narkoba “Peran HMI dalam Upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN). Sesuai rencana kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari yakni dari tanggal 17-18 okober 2016.

Deputi Pencegahan BNN Drs Ali Johardi, SH dalam sambutannya saat membuka kegiatan tersebut menyampaikan bahwa “pada saat ini banyak pihak-pihak yang bersuara kritis atas berbagai aspek penaganan masalah narkoba,sesungguhnya kita pandang sebagai sebuah bentuk kepeduliaan berbagai pihak akan eksisitensi bangsa yang terancam oleh penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba”.

“perlu diketahui juga Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) merupakan wadah  intelektual  dari kaum Islam, karena sudah banyak juga berbagai organisasi Islam yang merapat ke BNN dalam upaya-upaya pencegahan. Saya pribadi menginginkan HMI lah yang menjadi obornya, HMI yang menjadi pelopor semua lini” disambut meriah oleh peserta.

Lebih lanjut  Ali Johardi mengakui bahwa sudah banyak langkah-langkah yang dilakukan baik secara individu maupun kelompok , namun seringkali langkah tersebut masih bersifat parsial sehingga kurang memberikan hasil yang optimal. Untuk itu, pada pertemuan kali ini juga, saya harapkan akan menjadi wadah bagi sesama pengurus dan para kader HMI, untuk dapat saling berbagi akan berbagai kendala dan solusi yang dapat dijalankan.

Pada kesempatan yang sama,  Ketua Umum Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam PB (HMI) Mulyadi P. Tamsir dalam sambutannya di tengah-tengah peserta asistensi mengatakan, kader-kader HMI baik di tingkat komisariat, cabang hingga Pengurus Besar harus bisa menjadi pioner-pioner dalam rangka mengsosialisasikan bahaya penyalahgunaan narkoba kepada seluruh lapisan masyarakat.

Sebagai bentuk tanggungjawab Organisasi, dalam mewujudkan Indonesia bebas narkoba, HMI akan mendorong agar, semua bentuk pelatihan yang diselenggarakan oleh HMI, baik itu Latihan Kader I, Latihan Kader II maupun Latihan Kader III bisa dilakukan tes urine demi memastikan bahwa angoota atau kader HMI bebas Narkoba.

Lanjut Mulyadi dalam sambutannya mengatakan bahwa lewat bidang  Ekonomi dan Kesejahteraan Rakyat, dalam salah satu programnya yakni membangun desa akan mencoba menyisipkan program sosialisasi  Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) kepada masyarakat. Mulyadi juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada BNN yang telah melakukan kerjasama dengan PB HMI dalam upaya pemberantasan bahaya penyalahgunaan Narkoba di Indonesia. (B-A)

Leave a Reply

*