Kemenangan Luka Modric

Kemenangan Luka Modric

Faktual.co.id- Kemenangan bukan sebatas skor-skor digit yang imanen. Oleh sebab itu, kekalahan Kroasia dalam laga final World Cup Rusia 2018, tak dibaca “sebatas” pada angka-angka mati. Positifisasi kemenangan, membuat kita dangkal dalam mengukur aspek-aspek kualitatif yang bisa saja unggul dari entitas yang kita sebut “kalah.” Mari membaca kekalahan dan kemenangan dengan dimensi yang beragam.

Yang saya bayangkan adalah, begitu kuatnya Krosia menghadapi mainstream masyarakat bola yang secara jamak, mengamini keunggulan Prancis. Dus disaat yang sama, kelelahan Kroasia saat sebelum bertanding melawan Prancis, pun dieskploitasi habis-habisan oleh media mainstream. Bahkan, hampi 70% media, memprediksi kekalahan Kroasia.

Saya membayangkan betapa beratnya beban tekanan Kroasia, karena harus melawan opini tentang rekam jejak Prancis yang pernah mendulang prestasi di beberapa ajang world cup. Jadi blokade inverioritas, sudah dibangun berdasarkan persepsi masyarakat bola terhadap tim Kroasia.

Semacam, ada industri opini, yang bekerja kuat mensegregasi inverioritas Kroasia di satu sisi dan superioritas Prancis di sisi yang lain. Lalu masyarakat bola yang latah, menjadi gerombolan hore yang ingin berfantasi mendukung Prancis yang diopinikan menang sebelum bertanding.

Persislah, dengan partai-partai politik yang mendukung Jokowi berdasarkan hegemoni elektabilitas. Berdasarkan polling industri survei yang bekerja dan berpraktek oligarkis. Mereka yang gagal dalam suatu demokrasi selektif dan cenderung menjadi politisi hore dalam suatu fantasi kemenangan yang klise. Entah kemenangan soal apa? Soal buruh kasar yang dieksodus dari China, atau kemenangan dengan peringkat utang terbesar sepanjang sejarah Indonesia. Semacam itu?

Lalu, letihnya Kroasia dan superioritas Prancis sebagaimana yang dipersepsikan media-media bola tak begitu kontras saat laga final. Toronto Sun, salah satu media Amerika menulis, “No One Would Give in for Tired Croatia.” Adalah kemenangan yang sepi dari tantangan, bila, keunggulan Les Bleus cuma hanya Kroasia lelah. Sebagaimana ditulis Toronto Sun, : France doesn’t just have the benefit of an extra day’s rest. Ahead of Sunday’s World Cup final, Les Bleus know they’ll meet a Croatian side that has played three consecutive extra-time games en route to the final.

Lantas, yang terjadi dalam final world cup 2018 adalah soal kepemimpin Luka Modric. Ia menjadi pemantik gol, wal khusus dalam satu gol buah umpan lambung Modric dari luar garis 16 yang begitu memukau. Dalam tempo permainan Kroasia yang belakangan di babak ke dua agak melambat, dengan umpan-umpan cantiknya, Modric tetap memenej permainan Kroasia yang intens mengecoh di depan gawang Prancis.

Ia menjadi tumpuan psikologis tim Kroasia dengan umpannya yang selalu membawa bola ke tepi gawang Prancis. Saya hanya ingin bilang, kekalahan Kroasia adalah Kemenangan Modric. Ia sudah pada porsinya. Pemimpin yang kuat bagi timnya. Wajar ia bintang di Los Blancos. Hala Madrid !

*** Oleh : Munir Sara (Pencinta Real Madrid)

 

 

Leave a Reply

*