Jepang Bikin Masjid Berjalan

photo provided by Mobile Mosque Executive Committee (The Whasington Post, 25/7/2018)

Penulis : Munir S

Faktual.co.id – Dari The Whasington Post berjudul “Company unveils moving mosque to welcome Muslims in Japan,” meirilis, sebuah prototype masjid berjalan dikembangkan selama empat tahun terakhir di Jepang. Pada dasarnya ini adalah modifikasi dari truk seberat 25 ton yang sudah ada, dengan tempat tidur utama yang melebar untuk membangun ruangan seluas 48m2 di mana hingga 50 orang dapat beribadah pada saat yang sama.

Masjid ini dilengkapi dengan fasilitas seperti wadah air untuk memurnikan dan membersihkan badan sebelum ibadah dan menunjukkan Kiblat (arah Ka’bah di Mekkah). Awalnya dirancang untuk menjadi masjid untuk sejumlah besar orang dan di mana ibadah formal dimungkinkan. Selanjutnya, dengan menyesuaikan tempat tidur kendaraan ini, dapat disesuaikan untuk berbagai kegunaan lainnya juga.

Sebagaimana rulis The Whasington Post, masjid berjalan ini diluncurkan untuk kebutuhan Olimpiade 2020 di Jepang. “Tokyo sports and cultural events company has created a mosque on wheels that its head hopes will make Muslim visitors feel at home.” Tokyo telah menciptakan sebuah masjid di atas roda yang diharapkan membuat para pengunjung Muslim merasa seperti di rumah (27/7/2018)

Yasuharu Inoue, CEO Proyek Yasu, mengatakan mereka khawatir, kemungkinan masjid ini tidak cukup bagi pengunjung Olimpiade Muslim di tahun 2020. Namun katanya masjid berjalan ini dapat melakukan perjalanan ke berbagai tempat olimpiade sesuai kebutuhan.

“Sebagai negara yang terbuka dan ramah, kami ingin berbagi ide‘ omotenashi ’(keramahan Jepang) dengan orang-orang Muslim,” Demikian ujar Yasuharu Inoue  kepada The Whasington Post.

Saat ini tercatat sekitar 100 ribu muslim hidup di Jepang. Dan 90 persennya adalah para pendatang dari Indonesia, Pakistan, Iran dan Bangladesh. Sementara 10 persen sisanya adalah warga pribumi.

Japan Travel Guide for Muslim Visitor yang lahir dari Japan Tourism Agency dan Japan National Tourism Organization menyebutkan, tak kurang dari 60 masjid dan tempat ibadah sudah berdiri di seluruh Jepang. Dan yang paling pupuler adalah Masjid Jamii Tokyo dan Masjid Kobe. Ada juga masjid Sapporo di Hokkaido, Masjid Sendai di Miyagi, Masjid Nagoya di Aichi, Osaka Ibaraki Mosque di Osaka, dan Masjid Fukuoka di Fukuoka (https://www.jnto.go.jp)

Berdasarkan lansiran www.gomuslim.co.id, sensus, angket atau pertanyaan tentang agama yang dilakukan oleh badan resmi negara dipastikan tidak akan pernah ada. Jadi jumlah penduduk muslim di negeri sulit didapatkan. Namun menurut perkiraan atau klaim yang dibuat oleh Islamic Center Jepang, menyebutkan angka penduduk Islam Jepang berjumlah sekitar 70.000 sampai 200.000 orang.

Dengan budaya “Omotenashi” atau keramahtamahan, Jepang terkenal dengan negeri yang memberikan kenyamanan pagi pendatang dengan mengakar pada basis nilai-nilai kearigan lokalnya. Budaya Omotenashi, menjadi salah satu basis nilai penyokong tumbuhnya sektor pariwisataan dan pelayanan publik lainnya di Jepang.

Leave a Reply

*