Amien Rais, “Ikan Busuk Dari Kepalanya”

Amien Rais, “Ikan Busuk Dari Kepalanya”

Saya agak lumuh dengan pengulangan. Apalagi sifatnya nostalgia belaka. Sebab itulah Milad PAN semalam (23/8/2018) di Jalan Senopati 113, punya sajian yang berbeda. Isinya saling melempar joke dan ketawa ketiwi. Milad PAN semalam, menampilkan sisi yang berbeda. Karena PAN tidak menampilkan sisi social middle class yang acap kali tegang dan serius. Tapi justru menampilkan sisi rakyat di warung kopi; yang bicara tentang keseharian di kebun, di laut atau pasar sambil menepuk paha masing-masing. Seperti tertawa Presiden PKS, Sohibul Imam yang terpingak-pingkal semalam, sambil menepuk-nepuk paha yang di sebelahnya, akibat joke-joke politik Ketum PAN.

Karena semua juga tahu, dalam rahim reformasi itulah PAN brojol di atas dipan ibu pertiwi. Jadi, sudah jelas-jelas, DNA PAN adalah reformasi. Artinya semua tindak-tanduk PAN adalah mewakili hereditas akar geneologi sejarahnya; yaitu semangat reformasi. Dalam semangat reformasi itulah karakter demokrasi PAN bertumbuh.

Semalam (23/8/2018), di Jalan Senopati No 113 Jaksel, banyak tokoh datang memperingati yamul milad PAN yang ke-20. Dari yang veteran; para founder, sampai yang milenial. Ada juga tokoh eksternal; lintas partai, ormas, OKP, alim ulama serta komunitas macam-macam. Wabil khsusus Cawapres RI Sandiaga Uno dan Gubernur DKI Anies Baswedan.

Acaranya sederhana, cukup di kantor DPP PAN. Sebelum acara Milad itu, seharian lini masa heboh bukan kepalang soal sulap elektabilitas ala LSI Denny JA. Saya agak emoh bilang itu survei. Karena memang waktunya secepat kilat. Ujung-ujungnya terendus, hanya mau bilang kiyai Ma’ruf effect, membuat elektabilitas Jokowi-Ma’ruf bertambah 2 persen dari sebelumnya. Ini sulap, tapi juga lelucon yang kocak. LSI Denny JA bilang survei ini akhir Agustus 2018, tapi saat itu baru tanggal 20/8. Gegara Survei LSI Dannyi JA, kemarin (23/8), di lini masa riuhnya bukan kepalang.

Cuma di Milad PAN, hanya Prof Amien yang menyentil lelucon LSI Denny JA. Selebihnya isi milad adalah ketawa-ketiwi. Joke-joke politik menggulung semua ketegangan politik. Kata Cak Nun, tertawa itu pangkal kecerdasan. Entah kenapa Cak Nun bilang begitu. Tapi sesekali cobalah datang ke Kenduri Cinta Cak Nun, dari awal acara hingga akhir sebahagian isinya tertawa.

Tapi begini, Louis Franzini, Ph.D., seorang sikolog dan peneliti humor dari San Diego State University bilang, tertawa meningkatkan hubungan batin. Tertawa terbahak-bahak diketahui bisa meningkatkan sistem imun dalam tubuh. Franzini juga bilang Tertawa memicu produksi sel-sel limfosit yang bertindak sebagai pembunuh stres alami yang juga dapat melumpuhkan banyak penyakit. Humor membuat orang dewasa benar-benar gembira. Kegembiraan dan rasa nyaman akan menstimulasi fungsi kerja otak secara optimal.

Asal jangan tertawa-tertawa sendiri. Apalagi tanpa sebab. Menertawai survei LSI Deny JA tidak apa, karena Denny JA bikin lelucon survei politik. Sebab itulah, diawal-awal memerintah, Jokowi mengundang para pelawak ke istana, saat DPR riuh soal skandal “papa minta saham. Apa karena istana ingin tertawa; atau hendak menertawai ketegangan DPR. Akan jadi soal bila tanpa sebab negara membuat suatu perkumpulan “yang isinya tertawa.” Jangan sampai dibilang negara tertawa tanpa sebab.

Dalam acara Milad PAN ke-20, hanya Gubernur DKI, Anies Baswedan dan Prof Amien yang agak serius. Ustat Bukhori juga. Karena memang dia memimpin doa. Doa harus serius. Dalam sambutannya, pak Anies bilang “PAN adalah partai yang tumbuh demokrasi di dalamnya. Dengan bergantinya lima Ketum PAN selama 20 tahun, itu artinya, demokrasi bertumbuh dalam semangat kaderisasi kepemimpinan yang kuat di tubuh PAN.” Sebelumnya bang Zul juga menyentil, “siapa bilang PAN anti demokrasi, partai lain yang Ketum-nya ga diganti-ganti orang tidak nyinyir.”

Closing pak Amien dalam milad PAN juga serius sekali. Sambil mengutip Marcus Tullius Cicero, pak Amin bilang “a fish rots from the head down,” ikan selalu membusuk mulai dari kepalanya.” Begitupun suatu negara, rusak dan membusuk karena pemimpinnya. Entah, yang dimaksud pak Amien negara mana? Kata-kata pak Amien, menjadi tausiah penutup pada acara Milad PAN ke-20.

 

Jakarta, 23 Agustus 2018

Penulis : Munir (Peminat Citizen Journalism)

 

Leave a Reply

*