Kedaulatan Indonesia Sedang Terancam

Anggota DPR Ri Ahmad Yohan dalam sosialisasi empat pilar bangsa di Desa Watanhura Kecamatan Solor Timur kabupaten Flotim (24/7/2018)

Faktual.co.id –  Dalam sosialisasi empat pilar bangsa di Desa Watanhura Kecamatan Solor Timur kabupaten Flotim (24/7/2018), anggota DPR RI, Ahmad Yohan sampaikan, saat ini kedaulatan kita sebagai bangsa tengah terancam oleh kekuatan modal global melalui investasi asing. Menurutnya, dengan ambisi pembangunan infrastruktur yang besar, sementara anggaran terbatas, membuat pemerintah mau tidak mau berharap pada investasi asing dan berhutang.

Meurut Yohan, “saat ini hutang LN Indonesia sudah mendekatai Rp.5 ribu triliun. Meskipun rasio terhadap GDP terbilang masih aman bila dibandingkan dengan negara-negara emergin market lainnya, namun hal tersebut menjadi beban negara. Jadi APBN kita besar, tapi isinya kebanyakan hutang.” Dengan demikian menurutnya, kedaulatan ekonomi Indonesia menjadi rapuh karena bergantung pada lembaga pemberi utang dan investor asing.”

Lanjutnya, aliran modal asing itu tidak datang sendirian, tapi mereka juga membawa kebudayaan dan nilai-nilai baru ke dalam sistem nilai masyarakat Indonesia. Akibatnya kearifan lokal kita yang terikat oleh nilai budaya dan keagamaan, tergerus oleh budaya luar, terutama budaya Barat yang liberal, kapitalis dan hedon. Identitas keindonesiaan kita yang agamis akan punah dan tergerus oleh erosi westernisasi yang masuk bersama aliran modal.

Ia juga tegaskan, mempertahankan kedauatan negara itu tidak cuma melalui kekuatan bersenjata. Melalui kesadaran dan pemahaman terhadap identitas bangsa pun merupakan bentuk pertahanan kedaulatan. Oleh karena itu, di tengah-tengah geliat modal asing, investasi serta nilai-nilai baru yang tereksodus ke dalam wilayah NKRI, juga perlu dihadang dengan pemahaman kebangsaan yang kuat.

Dalam acara sosialisasi empat pilar bangsa yang diselenggarakan di aula desa Watanhura, Yohan ingatkan warga agar memperkuat wawasan kebangsaan.”paham kebangsaan kita berdiri di atas landasan regiusitas yang telah melebur menjadi sistem kebudayaan orang Indonesia. Oleh karena itu, paham kebangsaan dan keagamaan harus terus diasah dalam berbagai kegiatan sosial. Dalam rangka memperkuat kedaulatan bangsa dalam praktek kehidupan sehari-hari,” demikian tegas Yohan.

Dalam acara yang sama, Martinus, warga Watanhura kepada Faktual.co.id mengatakan sangat berterima kasih pada Yohan yang menyelenggarakan sosialisasi empat pilar bangsa di desa Watanhura. “kami berterima kasih pada pak Yohan. Masyarakat juga membutuhkan pencerahan soal pemahaman kebangsaan. Oleh karena itu, kalau bisa kegiatan seperti bisa diadakan sesering mungkin terhadap masyarakat.” (Sr/F)

Leave a Reply

*