Bara Hasibuan Kolesterol Jahat Bagi PAN

Bara Hasibuan Kolesterol Jahat Bagi PAN

Faktual.co.id– Menanggapi pernyataan Bara Hasibuan yang sering menyarang PAN dan Amien Rais, Ketua Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (BMPAN) Achmad Qayyimel Alofi katakan, DPP PAN mestinya mendepak Bara tanpa pikir panjang, karena dia itu mirip kolesterol jahat bagi partai. Mana ada kader partai yang acap berstatement merugikan partai sendiri?

Lanjut Lofi, lagi pula, dalam politik elektoral, Bara ini tak ada gunanya. Suaranya kecil sekali kok. Meski sudah dikasih kue PAW sebagai anggota DPR RI dan jabatan PH di DPP PAN,  dia tetap tak mampu mengkapitalisasikan itu secara elektoral. Itu karena dia terlalu sibuk bikin narasi-narasi sarkastik untuk menyerang partainya sendiri.

Orang ini pernah diam-diam hengkang dari PAN ke PKB, jadi Caleg di Sumatera Utara. Walaupun dia punya gen Hasibuan, tapi tak laku dijual, suaranya bisa direken dengan jari. Setelah gabung lagi ke PAN, dia Caleg lagi di Dapil Sulut. Tapi tetap jadi pecundang. Suaranya ecek-ecek. Tapi untunglah dia dikasih jatah PAW sebagai anggota DPR RI periode 2014-2019 menggantikan bu Yasti yang kebetulan maju di Pilkada Sulut.

Lalu Pemilu 2019 dia nyaleg lagi dengan posisi sebagai petahana DPR RI dengan jabatan Waketum PAN Periode 2015-2020. Tapi lagi-lagi dia gagal dan tak mampu memanfaatkan resources sebagai petahana dan elit PAN. Dengan sejumlah kegagalan yang dia akumulasi itu, menandakan orang ini tak ada gunanya buat partai. Bahkan cuma jadi beban partai dengan sikap-sikapnya.

Kalau minim kontribusi, sepatutnya Bara tahu diri dong, tidak patut dia mengkritisi PAN dan Amien Rais hanya karena berbeda sikap dia secara personal dalam Pilpres dengan partai secara institusi. Selama ini sikap-sikap politik PAN selalu datang dari institusi pengambilan keputusan tertinggi di tingkat partai seperti Rakernas atau Rapimnas. Jadi tidak benar PAN ada dalam bayang-bayang Amien Rais.

Sebagai salah satu founder dan tokoh sentral berdirinya PAN, wajar dong kader dan partai senantiasa mendengar petuah politik Amien Rais. Apalagi dia salah satu tokoh Muhammadiyah dan candikiawan Indonesia yang punya basis sosial. Dengan semua sumber daya yang ada pada pak Amien itu, maka wajar PAN menjadikan nasehat-nasehat politiknya sebagai salah satu guidance dalam sikap-sikap partai. Lantas, memangnya Bara itu siapa?

Kendatipun demikian, dalam soal-soal keputusan partai menurut Lofi, tetap kembali pada konstitusi partai. Melalui mekanisme kelembagaan. Jadi kalau PAN dalam bayang-bayang pak Amien itu cuma halu si Bara saja. Kalau Bara mau pindah partai silahkan, PAN tak rugi kok. Kader PAN juga sudah eneg dan minta dia dipecat dari partai. Lagi pula dia tak ada manfaatnya buat partai. Cuma jadi kolesterol jahat saja. (Hk/F)

Leave a Reply

*