Mulfachri Harahap Diantara Bursa Caketum PAN

Mulfachri Harahap, SH, Ketua Fraksi PAN DPR RI dan Wakil Ketua Komisi III DPR RI Periode 2014-2019 (Foto : Istimewa)

Faktual.co.id – Maret 2020, Kongres PAN akan digelar. Enam bulan lagi bukanlah waktu yang lama. Cuma sebentar. Berita media tentang kongres PAN sudah didedah ke publik. Nama-nama Caketumnya, sudah disebut-sebut. Diantaranya, Hanafi Rais, putera salah satu  founder PAN, Prof.Dr. Amien Rais. Juga ada Mulfachri Harahap, Dradjad Wibowo dan Asman Abnur.

Setidaknya, menggahar-gahar nama para kontestan Caketum PAN itu, adalah cara untuk menghangatkan kembali tungku politik partai agar tidak padam dan dingin, setelah usai berbusa-busa bicara soal Pileg dan Pilpres 2019. Setidak-tidaknya, suksesi kepemimpinan PAN pasca Pemilu 2019, juga perlu perbincangan secara tematik oleh kader. Bukankah begitu? Paling tidak, para kader mulai berfikir tentang PAN ke depan !

Digadang-gadang, nama Sandiaga Salahuddin Uno (mantan Cawapres), juga ikut menyembul dan membikin perbincangan kongres PAN makin berkecipak. Bahkan bisa saja bergemuruh bak puting beliung. Dus, siapa tahu, kader-kader PAN di daerah, pun masih menginginkan petahana; Zulkifli Hasan?

Sebagai partai kader yang lahir dari isi perut reformasi 1998, tentu kita ingin, ada bejibun nama kader yang ikut berdedai dalam bursa Caketum PAN. Itu menandakan, giroh kontinuitas partai, tengah berjalan dalam sirkulasi regenerasi kepemimpinan yang kuat dan sustain. Pun, itu pertanda, PAN mampu menstrukturasi dirinya dalam alas regenerasi kepemimpinan yang kuat ke depan.

Kita berharap, bejibun nama yang digadang-gadang, menandakan PAN mampu mengeliminir diri dari politik mainstream, yang begitu kokoh dipagari tembok raksasa feodalisme dan kekuatan modal (capital). Akibatnya, partai-partai moderen nasionalis nan demokratis, hari-hari ini, dituding tak mampu melepaskan diri dari rantai tirani feodalisme dan kekuatan modal. Pemimpinnya, itu lagi, itu lagi !

Dengan bejibun nama-nama kader yang disebut; sebagai Caketum PAN, menandakan, atmosfer dan hawa reformasi dalam tubuh PAN, tetap terjaga. Karena, demokratisasi, sebagaimana kredo dari pada reformasi, meniscayakan, sirkulasi kepemimpinan, tumbuh dari bawah (bottom up). Sederet nama-nama kader Caketum PAN yang sudah disebut, adalah kader murni PAN, mereka tumbuh dan berproses dalam kultur dan dinamika PAN sejak berdirinya.

Salah satunya adalah Mulfachri Harahap, SH; Ketua Fraksi PAN DPR RI Periode 2014-2019. Mulfachri, atau biasa disapa bang Kimung oleh kaula muda PAN, bukan kader karbitan. Usia berpolitiknya, seumur usia PAN sejak berdirinya. Ia tumbuh dan berproses dari bawah.

Bang Kimung adalah nama yang familiar di kalangan anak-anak muda PAN. Sosoknya yang cool dan tegas, pun acap membuatnya disegani. Tapi ia tak berjarak dengan orang-orang di sekitarnya dalam lingkup politik dan internal PAN. Bahkan perangai yang demikian, membuatnya lebih kharismatik. Dan itu sebagai salah satu pilar penting kepemimpinan. Muda, energik, berpengalaman dan kharismatik. Panggilan bang Kimung pada Mulfachri, adalah suatu sapaan yang lebih convertible bagi anak-anak muda PAN, bahkan di semua kalangan.

Dalam keorganisasian partai, ia memulai karir politiknya dari bawah hingga ke level elit DPP PAN. Berbekal kematangan dan skill politik, ia sudah duduk di DPR RI sejak Pemilu 2004. Dan pada Pemilu 2019, adalah kali ke tiga, ia diamanahkan sebagai wakil rakyat di parlemen pusat dari Dapil Sumut. Saat ini, ia diamanahkan partai sebagai salah satu Wakil Ketua Komisi III DPR RI dan sebagai ketua fraksi PAN DPR RI.

Sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR RI dan Ketua Fraksi PAN, tentu, ritme dan skill politiknya acap kali mengikuti dinamika politik tanah air. Dan selama lima tahun (satu periode DPR), ia mampu mambawa fraksi PAN berdinamisasi dalam dialektika politik nasional yang acap kali rumit di tengah pemerintahan Joko Widodo. Kemampuan PAN mendinamisasi diri dalam kancah politik nasional di parlemen pusat, terlihat dari sikap-sikap kritis fraksi melalui anggota. Juga kelenturan sikap fraksi yang acap turut mendorong kebijakan pemerintah yang pro rakyat.

Sebagai nahkoda Fraksi PAN DPR RI, tentu ia memainkan peran penting dan meninggalkan legacy selama satu periode kepemimpinanya di Fraksi PAN dan pimpinan Komisi III DPR RI. Bang Kimung, memiliki tempatnya tersendiri diantara sekian Caketum PAN pada kongres yang akan digelar nanti. Ia kader, muda, berpengalaman. Sebagai kader murni yang lahir dari kultur Muhammadiyah, adalah modal sosial yang mumpuni baginya. Siapa nyanda sangka, bila nama bang Kimung disebut-sebut dan mengemuka sebagai Caketum PAN di Kongres 2020?

*** Ulasan Politik Redaksi Faktual.co.id (Ms & Dh/F)

Leave a Reply

*