Surat untuk Menkes dari Anak Piatu Penderita Tumor Pembuluh Darah

-Jaka Juliadi Penderita Tumor Pebuluh Darah (Foto : Istimewah)

-Jaka Juliadi Penderita Bocah Piatu Penderita Tumor Pebuluh Darah (Foto : Istimewah)

 

Faktual.co.id– “Saya ikut prihatin dan sedih membaca surat Jaka. Ada dua hal menjadi harapan saya. Pertama, semoga Jaka segera ditangani oleh dokter ahli. Kedua, Jaka segera diberi kesembuhan dan bisa kembali melanjutkan pendidikannya”. “Berita ini langsung saya forwardkan ke pejabat di KEMENKES dan BPJS kesehatan,Saya juga akan meminta dengan hormat agar Jaka segera ditangani. Saya yakin, mereka belum tahu tentang berita ini”.

Kejadian ini menunjukkan bahwa pelayanan jaminan kesehatan nasional masih jauh dari memuaskan. Pengaduan-pengaduan sejenis ini masih sering kita dapatkan. Ini harus betul-betul menjadi perhatian pemerintah. Sebab, dua program utama pemerintah dalam bidang sosial yaitu pendidikan dan kesehatan harus dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat.

“Anggaran untuk kesehatan ini tidak sedikit. Kemarin, DPR dan pemerintah sudah menyepakati alokasi anggaran untuk kesehatan sebesar 104 Triliun. Nilai ini sama dengan 5 persen dari total APBN 2017 yang mencapai 2080,5 Triliun. Dengan anggaran sebesar itu, semestinya fasilitas dan pelayanan kesehatan kita sudah bagus”.

Selain kementerian kesehatan, BPJS Kesehatan juga diminta semakin memperbaiki kualitas pelayanan. Jangan sampai ada kesan, pasien pemegang kartu BPJS diposisikan sebagai anak tiri. Keadaan seperti ini bisa merugikan BPJS sendiri. Sebab, secara tidak langsung bisa menimbulkan ketidakpercayaan masyarakat pada BPJS.

“Kalau masyarakat tidak percaya, bagaimana kita mengajak mereka untuk menjadi peserta mandiri? Sejauh ini, secara faktual, masyarakat masih lebih percaya pada asuransi kesehatan yang dikelola oleh pihak swasta. Karena itu, perbaikan kualitas pelayanan BPJS adalah suatu keharusan”.

 

Saleh Partaonan Daulay,

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, FPAN, Dapil Sumut II.

Leave a Reply

*