Akun Buzzer Pembela Ahok Memfitnah Ketum BM PAN

Ketum BM PAN Ahmad Yohan Saat Sosialisasi Agus-Sylvi di Kel Serdang Kec Kemayoran-Jakpus; Pukul 16.30 WIB (Foto : RNS/Faktual.co.id)

Ketum BM PAN Ahmad Yohan Saat Sosialisasi Agus-Sylvi di Kel Serdang Kec Kemayoran-Jakpus; Pukul 16.30 WIB (Foto : RNS/Faktual.co.id)

Faktual.co.id – Ketua Badan Humas dan Media Masa Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (BM PAN) Munir A.S, mengklarifikasi tuduhan akun-akun buzzer pembelah Ahok yang memfitnah Ketua Umum BM PAN Ahmad Yohan. Fitnah tersebut berkenaan dengan tuduhan Ketum BM PAN sebagai dalang penyulut masyarakat Rawa Belong mengusir Ahok hingga lari terbirit-birit meninggalkan tempat kampanye.

“Tidak benar, itu akun buzzer kurang kerjaan. Kami tidak pernah ke Kampung Rawa Belong. Memang BM PAN melakukan sosialisasi pada masyarakat untuk Agus-Sylvi di lima titik pada hari yang sama saat Ahok di usir (tanggal 2 November 2016.red). Tapi itu bukan di Rawa Belong. Lima titik yang kami sisir itu di Jakarta Pusat. Ingat ya…di Jakarta Pusat. Rawa Belong itukan Jakarta Barat. Kami punya bukti foto dan video dokumentasi yang bisa membuktikan kami ada di mana saat Ahok diusir warga Rawa Belong.”

Tegas Munir “saat Ahok diusir, kami sedang melakukan sosialisasi Agus-Sylvi di Kelurahan Serdang, Kecamatan Kemayoran-Jakarta Pusat, sekitar pukul 16.30 WIB. Jadi mana mungkin Ketum BM PAN Ahmad Yohan dan rombongan bisa berada di dua tempat dengan jam yang sama saat Ahok diusir? Jadi kalau ada akun buzzer pembela Ahok yang menuduh Ketum BM PAN memprovokasi masyarakat Rawa Belong hingga Ahok diusir, itu fitnah keji dan menyesatkan opini publik. Kalau mau cari makan, mbo bikin dong laporan ke Ahok yang kredibel dong. Jangan main fitnah gitu. Lagi pula akun-akun ini kan banci semua. Kemana mereka saat Ahok diusir sampai kabur pake angkot?”

Menurut Munir, akun buzzer pembela Ahok kurang cerdas, karena mereka tak memahami apa soal pokok Ahok di usir warga. “Mestinya akun-akun serdadu itu dapat memahami, kenapa Ahok diusir warga. Bukan malah mencari kambing hitam. Itu pun fitnah pula. Seharusnya mereka akun-akun buzzer itu paham, bahwa sejak Ahok menistakan ayar suci Al quran, dia sudah menjadi momok bagi mayoritas umat Islam Jakarta yang punya militansi aqidah. Akun-akun buzzer pembela Ahok inikan cuma cari makan. Mereka bekerja dengan nafsu dan isi perutnya. Berbeda dengan kami, bekerja dengan cita-cita ideologi dan prinsip-prinsip keumatan dan demokrasi.”

Sebelumnya, ada beberapa akun facebook dengan nama   Muhammad Adam, Mario serta akun twitter @digembok memposting tuduhan kepada ketua Umum BM PAN sebagai biang penyebab terusirnya Ahok dari Rawa Belong. Tuduhan akun buzzer pembela Ahok dibantah keras oleh Munir; Ketua Badan Humas dan Media Masa BM PAN. Karena hari dan jam saat Ahok di usir warga Rawa Belong-Jakarta Barat, ia bersama Ketua Umum BM PAN Ahmad Yohan dan rombongan berada di Kelurahan Serdang, Kecamatan Kemayoran-Jakarta Pusat [SK].

Leave a Reply

*