Difitnah Dalang Kisruh Demo 4/11, Hanya PKI Yang Fitnah HMI

Demonstrasi Rakyat pada tahun 1965 melawan upaya pembubaran HMI oleh PKI (Foto : doc HMI)

Demonstrasi Rakyat pada tahun 1965 melawan upaya pembubaran HMI oleh PKI (Foto : doc HMI)

Faktual.co.id – Di hadapan ribuan aktivis CGMI (Concentrasi Gerakan Mahasiswa Indonesia) gerakan mahasiswa underbow PKI, gembong PKI; D.N Aidit pernah mengagitasi “kalau kalian tidak mampu membubarkan HMI, sebaiknya pake sarung saja.” Tanggal 29 September 1965, dalam penutupan Kongres CGMI, antek-antek PKI itu mengumandangkan yel-yel “Bubarkan HMI.” Aidit tahu betul, lahirnya HMI pada 5 Februari 1947, adalah pilar mahasiswa terbesar waktu itu untuk melawan doktrin-doktrin ajaran PKI yang begitu anti Islam.

Dus, senafas dengan fitnah PKI, sejarah berikutnya, letupan ketidaksukaan terhadap HMI pun datang bertubi-tubi. Termasuk yang dilakukan pimpinan KPK Saut Sitomorang. Dengan menggunakan premis satu dua orang alumni HMI yang tersandung kasus penyalahgunaan keuangan negara, parkaderan HMI dikatakan bermasalah. Lantas setelah itu Saut tergopoh-gopoh meminta maaf pada HMI melalui media.

Apakah Saut setali tiga uang dengan fitnah PKI? Kalau Aidit menggunakan premis perlawanan HMI terhadap ajaran-ajaran komunis sebagai kontra revolusi untuk mempengaruhi Soekarno. Lantas apa bedanya Saut menggunakan premis kealpaan satu-dua orang alumni HMI sebagai alat genarilisasi memfitnah perkaderan HMI?  Apakah Saut lupa, bahwa ada Rp.600 triliun uang negara yang dicolong koruptor BLBI? Dari mana asal-usul para koruptor BLBI ini? Siapa yang berkuasa saat itu?

Kalau begitu, apakah kita pun bisa membuat suatu proposisi yang premisnya kira-kira begini,apakah Saut sama dengan gembong PKI; Aidit? Bukan berarti semua orang yang membenci HMI disebut PKI. Namun jika ada orang yang memfitnah secara keji dengan sasaran tembak organisasi mahasiswa Islam tertua di Indonesia ini, maka cara berfikirnya tak jauh beda dengan PKI.

Aksi damai “Bela Islam” yang digelar jutaan umat Islam termasuk HMI dan OKP Islam lainnya depan istana negara pada Jumat (4/11), adalah sebuah protes keras terhadap mantan Gubernur Jakarta, sekaligus petahana Pligub DKI Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang telah menistai Al quran. Ahok begitu latah masuk dan mencemar ranah paling sakral yang dipegang dan diyakini seantero umat Islam di dunia selama berpuluh-puluh abad. Ahok memfitnah ulama dan mencemari Al quran.

Jelas Ahok menistakan Al quran, karena kata-katanya bahwa “dibohongi pake surat Al maida; 51,” adalah menistai ajaran Islam, karena siapa pun orangnya (yang muslim), berkewajiban menyampaikan dakwah “walaupun satu ayat.” Ini perintah Rasulullah Muhammad SAW sebagaimana dalam sabdanya “sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat,” (HR Al-Bukhari 3/1275 no 3274). Jadi tak ada kebohongan dalam menyampaikan perintah Al quran dalam surat Al maidah ayat 51. Kebohongan dan fitnah sesungguhnya adalah anjuran Ahok agar “jangan mau dibohongi pake surat Al maidah; 51.”

Aksi damai jutaan umat Islam dari berbagai kalangan termasuk HMI, adalah sebuah protes suci mengangungkan kalimat-kalimat Allah yang di dalamnya tak ada satu pun keraguan di dalamnya (Baca QS Al baqarah ; ayar ke 2). Tuduhan penyebab rusuhnya aksi damai yang dialamatkan ke HMI, adalah fitnah untuk merusak marwah aksi suci bela Islam. Dari berbagai rekaman, baik foto maupun video, tak ada satupun bukti yang mengarah pada HMI sebagai penyebab kisruh aksi damai 4/11 (Baca : Pernyataan Sikap PB HMI Terkait Kerusuhan Aksi Damai 4 November). Bahkan Panglima TNI pun mengatakan “bisa jadi bukan HMI, hanya pakaiannya saja.” Maksudnya adanya pihak-pihak penyusup yang menggunakan atribut HMI untuk bikin rusuh dan merusak citra aksi damai.

Mari kita sejenak membuka kembali rekaman tahun 1965, ketika Gembong PKI, D.N Aidit begitu keukeuh mempengaruhi Soekarno untuk membubarkan HMI karena dituduh kontra revolusi. Siapa yang membela HMI? Mereka adalah Jendral A.H Nasution dan Jendral Ahmad Yani (Pimpinan AD). Bahkan Jendral Ahmad Yani-lah yang merobek-robek berkas pembubaran HMI yang dibawa Soebandrio dan mengatakan “langkahi dulu mayatku kalau mau bubar HMI.”

Pernyataan Panglima TNI Gatot Nurmantyo terkait fitnah keji terhadap HMI pada aksi damai 4/11, mengingatkan kita pada tahun 1965; bahwa begitu kuatnya kebersamaan HMI dan TNI dalam melawan PKI. Fitnah pada HMI sebagai dalang kisruh aksi damai bela Islam dan pembelaan panglima TNI, pun menggahar kepekaan kita, bahwa betapa cara-cara PKI itu seakan ada dan terus mengusik dan memfitnah umat Islam.

Seumur-umur dari sejak berdirinya pada 5 Februari 1947, dalam scope ideologi, HMI tak punya musuh pada siapapun, selain PKI yang pernah memfitnah dan keukeuh memprovokasi Soekarno untuk membubarkan HMI. Lantas mari kita bertanya, apakah cara-cara PKI itulah, yang digunakan oknum-oknum tertentu yang ingin merusak marwah gerakan suci melawan penistaan Al quran oleh Ahok? Mari kita  bertanya.

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

*