Pemeriksaan Ahok Di Mabes Polri Dikuntit Dua Politikus PDIP

Pemeriksaan Ahok di Mabes Polri diikuti dua politukus Senayan dari Fraksi PDIP (Foto : @Hamim)

Pemeriksaan Ahok di Mabes Polri diikuti dua politukus Senayan dari Fraksi PDIP (Foto : @Hamim)

Faktual.co.id – Beredar foto di lini masa saat saat pemeriksaan Ahok di Mabes POLRI dalam kasus penista Al quran Senin (7/11), hadir pula dua politikus DPR RI Komisi III dari Fraksi PDIP dalam ruang Propam-Mabes POLRI. Kedua makhluk politikus PDIP itu adalah Junimart Girsang dan Trimedya Panjaitan. Belum jelas apakah munculnya dua politikus PDIP ini sebatas berada di ruang tamu Propam Mabes Polri, atau turut serta saat pemeriksaan Ahok berlangsung.

Berbagai spekulasi pun meluber ke permukaan publik. Digadang-gadang, munculnya dua makhluk politikus ini, merupakan bentuk intervensi terhadap proses pemeriksaan Ahok, karena keduanya anggota DPR RI Komisi III yang membidangi masalah hukum dan bermitra langsung dengan POLRI.

Menanggapi hadirnya dua politikus PDIP dalam pemeriksaan Ahok, Ketua Umum Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (BM PAN) Ahmad Yohan menegaskan “kehadiran dua politikus PDIP yang notabene anggota Komisi III DPR itu ditengarai merupakan bentuk pressure politik dalam penegakan hukum.

Lanjut Yohan, “mereka datang menguntit Ahok di Mabes Polri agar lolos sebagai tersangka. Pemeriksaan Ahok yang dihadiri dua politikus PDIP, juga telah merusak kredibilitas dan independensitas penegakan hukum dalam kasus penistaan Al quran. Kenapa cuma anggota komisi III dari Fraksi PDIP?” Olehnya itu, politisi PAN ini menegaskan, “karena proses BAP terhadap Ahok tak punya kredibilitas dan integritas, maka harus ada pemeriksaan ulang terhadap Ahok dan dihadiri seluruh anggota komisi III DPR RI dari masing-masing Fraksi.”

Hadirnya si Junimart dan Trimedya saat pemeriksaan Ahok di Mabes Polri, pun mendapat sorotan keras dari pegiat hukum Surya Imam Wahyudi, SH.MH. Menurut Surya, “dalam pemeriksaan itu, yang dipanggil adalah BTP sebagai terperiksa, maka dia sendiri yang harus datang untuk diperiksa. Kalau didampingi pengacara, maka tentu dengan syarat kuasa khusus yang diberikan Ahok. Namun sebagai terperiksa/saksi ia tak wajib menggunakan pengacara. Namun jika Ahok sudah menjadi tersangka, barulah berhak didampingi pengacara atau disediakan negara jika ia tak mampu.”

Lanjut Surya, pemeriksaan Ahok yang didampingi orang-orang yang tak punya kapasitas kewenangan mendampingi Ahok seperti Junimart dan Trimedya hari ini  (7/11), merupakan bentuk intervensi serius terhadap penegakan hukum. Ini preseden buruk bagi supremasi hukum di Indonesia. Secara kasat mata, kehadiran dua anggota DPR RI Komisi III dari Fraksi PDIP, dan pembiaran Polri, merupakan tindakan yang telah melampaui batas kewenangan dan kepatutan. [Sy-K]

Leave a Reply

*