Mangga Raksasa Dari Alor “Mangga Kelapa”

Ibu-ibu penjual Mangga Kelapa di Alor-NTT (Foto : RN)

Ibu-ibu penjual Mangga Kelapa di Alor-NTT (Foto : RN)

Oleh : Rahmad Nasir ***

Jika anda berkunjung ke Alor sebagai salah satu kabupaten senior di NTT pada bulan-bulan November hingga Desember, maka akan nampak pemandangan di pasar-pasar berjualan buah mangga dengan ukuran yang sangat besar. Mangga ini disapa warga Alor dengan sebutan “mangga kelapa”.

Manga ukuran jumbo dengan berat berkisar 1 hingga 2 kg ini memiliki rasa yang unik. Sebagaimana layaknya mangga, mangga kelapa sedikitpun tak memiliki rasa masam saat masih mengkal. Jadi tanpa ditambah gula atau sejenis untuk aneka racikan panganan seperti rujak dan lainnya.

Aromanya yang khas dan warnanya yang putih hingga kuning jika sangat matang membuat selera mengkonsumsi orang semakin tinggi. Orang bahkan tak mampu memakannya untuk 1 buah sehingga harus dimakan bersama beberapa anggota keluarga/sahabat.

Jika anda tak mau kekenyangan yang berlebihan maka cukuplah 1 buah untuk beberapa orang. Mayoritas orang lebih menyukai kondisi buahnya setengan matang (modok) dan tidak menyukai dalam kondisi masak dikarenakan banyak serat dan terlalu manis terasa di lidah serta sangat berair.

Kota Kalabahi sebagai ibu kota Kabupaten Alor setidaknya memiliki 4 buah pasar yakni pasar Kadelang, pasar Inspres Lipa (sedang dalam tahap renovasi), pasar lama Kalabahi (sedang dalam tahap renovasi) serta pasar pantai reklamasi. Di antara keempat pasar tersebut, pasar Kadelanglah yang lebih ramai; dan tentu mangga kelapa banyak dijual di sana.

Mangga kelapa yang rata-rata diangkut dari kampung-kampung. Bisa dibayangkan dengan ukuran jumbo, sudah pasti berat pun tak main-main bila ditampung dalam suatu wadah. Tentu sangat berat sehingga sangat wajar jika harganya juga disesuaikan. Mahal dan murahnya harga mangga kelapa tergantung isi dompet masing-masing orang. Harga mangga kelapa dibandrol Rp. 10.000,-/buah atau Rp. 20.000,-/3 buah. Jika anda langsung mampir ke pohonnya mungkin bisa Rp.5000,-/buah. Tergantung cara dan pendekatan penawaran pembeli.

Pemandangan cukup unik di Pasar Kadelang, mangga kelapa disusun berjejer di lapak-lapak pasar atau bahkan pinggiran pasar; di atas tanah yang hanya beralaskan karung bekas. Sangat mudah menemukan kumpulan mangga kelapa di pasar Kadelang.

Untuk itulah bagi para pengunjung daerah Alor yang kebetulan mungkin dalam urusan wisata atau sekedar tugas/dinas dari kantor, saya sarankan untuk mampir mencicipi mangga kelapa yang super manis ini. Para mahasiswa yang kuliah ke luar daerah juga sering membawa mangga kelapa sebagai oleh-olehnya sekembalinya dari waktu libur atau urusan lainnya.

Para orang tua sering membeli mangga kelapa untuk dikirim kepada anaknya yang kuliah di Kupang ibu kota provinsi NTT atau daerah lainnya. Belum dipastikan siapa yang menyebatkan nama mangga kelapa pada mangga raksasa dari Alor ini, dan sejak kapan mangga ini dinamai mangga kelapa. Akan tetapi yang pasti, mangga dengan ukuran besar seperti ini tentu disepadankan dengan ukuran buah kelapa, tentu ini hanya gabungan dua nama buah namun buah aslinya tetap rasa mangga bukan kelapa.

Pohon mangga kelapa biasanya menjulang tinggi dengan diameter pohon yang sangat besar sehingga untuk memanennya membutuhkan kerja ekstra yakni dipanjat, dilempar atau dijolok. Dengan demikian, saat melihat mangga kelapa sampai ke pasar, tentu sudah melewati beberapa tahap yang dimulai dari panen, tahapan angkutan transportasi ke kota hingga penjualan di pasar.

Banyaknya animo masyarakat yang doyan makan buah mangga kelapa, menjadikan hal ini sebagai peluang bisnis yang menggiurkan bagi siapa pun yang ingin menggeluti bisnis ini. Kalkulasi biaya transportasi dan daya tahan rusak/busuk menjadi pertimbangan penting bagi calon pedagang mangga kelapa.

Di pasar Kadelang terpantau banyak dijual oleh pemiliknya langsung dari kampung, namun beberapa diantaranya telah masuk ke tangan orang ke dua atau orang Alor sering menyebutnya “papa lele” sehingga tentu harganya pasti akan sedikit meningkat.

Untuk urusan bisnis orang bisa saja langsung ke pohonnya yang banyak terdapat di kampung-kampung sehingga harganya tentu masih lebih murah. Selanjutnya tinggal menghitung biaya transportasi dan harga jual di pasar yang lebih luas. Mangga kelapa memang menjadi rajanya mangga, baik urusan rasa maupun ukurannya. Hal ini membuat siapa saja yang melihatnya, pasti ingin segera mencicipinya dengan bermodalkan pisau tajam dan piring atau mangkuk.

Anda mungkin bisa mengolahnya menjadi rujak atau jus dengan berbagai varian rasa. Jika sudah pernah mencicipinya informasikanlah kepada orang lain untuk juga segera mengkonsumsinya. Taty Rusliati Zulhipri (2012) telah meneliti kandungan daging buah mangga seperti 80% air, 15-20% gula serta berbagai macam vitamin, asam, protein, lemak, mineral, dan zat warna. Dengan begitu mangga kelapa juga memiliki kandungan sebagaimana di atas yang bisa baik bagi kesehatan manusia.

Jika anda berkeinginan memiliki buah dan pohonnya sekaligus, tentu anda harus membeli tanah yang di atasnya ditumbuhi pohon mangga kelapa. Jika tidak punya cukup uang untuk membeli tanah yang di atasnya ada pohon kelapa, maka cara lainnya adalah segera memiliki bibitnya yakni biji buah kelapa yang bisa anda tanam di pekarangan rumah anda atau bisa langsung mencangkoknya sehingga proses tumbuhnya lebih cepat. Biasanya bibit mangga kelapa berupa tunas ada di sekitar pohon mangga kelapa yang bisa dibeli atau bahkan bisa dikasi secara cuma-cuma.

Dengan menanam pohon mangga kelapa, anda telah menyukseskan program pemerintah “Go Green” sebagaimana tercantum dalam Peraturan Menteri Kehutanan RI Nomor P.41/Menhut-II/2013 tentang panduan penanaman satu Milyar pohon, yakni ikut melestarikan alam demi mengatasi erosi dan banjir serta menyumbang oksigen bagi bumi serta mengatasi pemanasan global yang telah menjadi isu internasional.

Pohon mangga kelapa selain menghasilkan buah, juga ranting-rantingnya dapat dijadikan sebagai kayu bakar bagi masyarakat Alor; bahkan sering pohon mangga kelapa kayunya dijadikan balok untuk bahan bangunan rumah serta bahan meubel kayu untuk dijadikan berbagai perkakas rumah. Menanam pohon mangga kelapa sebelum pohon induknya ditebang untuk keperluan balok bahan bangunan, adalah cara yang baik untuk mempersiapkan penggantinya.

Mangga kelapa memang ciptaan Tuhan yang luar biasa dengan segala manfaat yang menyertainya, sehingga perlu dilestarikan dengan baik sehingga dapat memberikan manfaat yang baik bagi kehidupan manusia. Selamat mencoba ***

Leave a Reply

*