Siapa Makar Demokrasi?

Siapa Makar Demokrasi?

Oleh : Munir AS 

Kesalehan orang beragama, itu mestinya linier dengan kesalehan bernegara. Trend gerak kedua kurva ini mestinya simultan. Sehingga keimanan seorang tidak melulu berada pada trend kesalehan individu atau sama halnya lebih pada trend kesalehan sosial an sich.

Kesalehan beragama dan kesalehan bernegara, itu seperti suatu gelombang gerak sentripetal. Dalam konteks ini, sentripetal bukan merupakan gaya fisis, tapi suatu gelombang kesadaran yang berpusat pada nilai-nilai kesalehan universal. Kesalehan beragama dan kesalehan bernegara, berporos pada nilai-nilai kesalehan universal yang konvergen, tidak parsial dan terdistorsi dalam fragmen-fragmen antara kesalehan individu dan sosial.

Praktek bernegara Ahok adalah suatu distorsi gelombang kesadaran imani pun kesadaran bernegara dan berkonstitusi . Selain diduga menista agama lain, sekaligus merusak nilai-nilai fundamental demokrasi kita yang lahir dari “Kearifan Lokal Bangsa Indonesia.” Kearifan lokal kita tentang toleran atau saling menghargai; dengan beragam etnis, budaya dan agama secara turun-temurun.

Jadi kalau ditanya siapa yang perlu diduga KERAS melakukan “Makar” terhadap sistem demokrasi dan kebinekaan, mungkin saja jari telunjuk kita bisa menyasar ke Ahok, bisa saja demikian, bilamana peristiwa-peristiwa negara saat ini, lebih disebabkan oleh corak politik dan gaya komunikasi Ahok, yang nyaris menyerobot dan merusak pilar-pilar demokrasi Indonesia. ***

Leave a Reply

*