Tangkap Aktivis Jelang Aksi 212, Jokowi Dibilang Neo Diktator

Ketua Umum BM PAN Ahmad Yohan (Foto : RNS)

Ketua Umum BM PAN Ahmad Yohan (Foto : RNS)

Faktual.co.id – Ditangkapnya sejumlah aktivis menjelang aksi bela Islam Jilid III 2 Desember 2016, Ketua Umum Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (BM PAN) Ahmad Yohan sebut pemerintahan Jokowi diktator dan anomali. “Saya kok heran, Ahok yang jelas-jelas sudah menjadi tersangka penistaan agama masih dibiarkan bebas berkeliaran dan bicara sesuka isi perutnya, sementara mereka yang baru dituduh akan melakukan makar, langsung ditangkap dan dibawa dari rumahnya. Ini negara hukum atau negara kekuasaan? Demikian tanya Yohan.

Menurut politisi PAN ini, periaku kekuasaan Jokowi dengan menangkap sejumlah aktivis, persis seperti era Soeharto, jadi orang-orang yang sedikit berseberangan pikiran politik dengannya langsung dibilang makar. Jadi dengan menampilkan watak kekuasaan main tangkap seperti jelang aksi 212, Jokowi secara malu-malu menunjukan perilaku kekuasaannya yang represif dan anti demokrasi. Mau dijerumuskan ke mana demokrasi kita oleh pemerintahan Jokowi?

Lebih lanjut menurut Yohan, dengan menangkap sejumlah aktivis yang dituduh akan mendalangi makar dalam aksi bela Islam 212, pemerintahan Jokowi tengah menghela mundur demokrasi Indonesia. “Kita lihat saja, kriteria pemerintahan Jokowi sebagai suatu pemerintahan diktator sudah memenuhi syarat. Pers yang berbeda dengan selera kekuasaan sudah mulai diberedel, demikian pun aktivis pejuang demokrasi mulai ditangkap dan dibungkam. Selangkah lagi menurut Yohan, Jokowi sukses menjadikan pemerintahannya sebagai pemerintah diktator dan anti demokrasi.

Jelang aksi bela Islam III 2 Desember 2016, sejumlah aktivis dan pegiat demokrasi ditangkap. Diantaranya adalah AD (Ahmad Dhani), E, KZ (Purnawirawan TNI Kivlan Zein), FA, A, RSP (Rachmawati Soekarnoputri), RS (Ratna Sarumpaet), SB (Sri Bintang Pamungkas), JA, dan RK. Mereka yang ditangkap pada Jumat dinihari hingga Jumat pagi sekitar pukul 03.00 WIB hingga pukul 06.00 WIB ini diduga akan melakukan makar terhadap pemerintahan Jokowi [Am-S].

Leave a Reply

*