Tangkap Pimpinan Aksi 313; Polisi Alat Negara Atau Alat Kekuasaan?

Tangkap Pimpinan Aksi 313; Polisi Alat Negara Atau Alat Kekuasaan?

Faktual.co.id – Jakarta (31/3/2017), pasca salat Jumat di masjid Istiqlal, ribuan masa aksi bela Islam 313 mendatangi istana presiden. Masa menuntut, Ahok harus dipecat dan mundur dari jabatannya sebagai Gubernur DKI Jakarta. Sebelumnya, Sekjen FUI KH Muhammad Al Khaththath dalam siaran persnya mengatakan, karena status Ahok sebagai terdakwa dalam kasus penistaan agama, maka sesuai UU, ia harus diberhentikan sebagai Gubernur DKI.

“Presedennya sudah ada; sebelumnya, dalam kasus matan Gubernur Banten Ratu Atut, ketika menjadi terdakwa, Ratu Atut langsung diberhentikan sebagai Gubernur Banten. Hal yang sama harus diberlakukan pada Ahok; terdakwa penista agama ini harus diberhentikan sebagai Gubernur DKI,” demikian tegas tegas Al Khaththath.

Menanggapi tertangkapnya FUI KH Muhammad Al Khaththath, Ketua DPP Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (BM PAN) Thomas Warijo mengatakan, polisi semakin keluar dari paradigmanya sebagai instrument penegak hukum. “Yang dituntut rakyat dalam aksi bela Islam 313 itu berkaitan dengan supremasi hukum. Sesuai UU, mestinya Ahok mundur karena sudah berstatus terdakwa.

Lanjut Thomas; Pasal 83 ayat (1) UU No 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah sebagai dasar untuk memberhentikan Ahok secara sementara. Pasal tersebut berbunyi:

Kepala daerah dan/atau wakil kepala daerah diberhentikan sementara tanpa melalui usulan DPRD karena didakwa melakukan tindak pidana kejahatan yang diancam dengan pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun, tindak pidana korupsi, tindak pidana terorisme, makar, tindak pidana terhadap keamanan negara, dan/atau perbuatan lain yang dapat memecah belah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Sesuai UU No 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah, maka sudah sepatutnya, tuntutan rakyat itu sebagai bagian dari bentuk pengawalan supremasi hukum di negeri ini. “Bukan dikit-dikit main tangkap dengan tuduhan makar. Ini udah mirip orde baru; memangnya polisi itu alat negara atau alat kekuasaan?”

Sebelumnya, dengan tuduhan makar, Polda Metro Jaya menangkap lima orang otak aksi 313; diantaranya Sekjen Forum Umat Islam (FUI)Muhammad Al-Khaththath. Dalam siaran persnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes (Pol) Argo Yuwono membenarkan terkait penangkapan actor aksi 313. “”Iya betul ada lima orang yang ditangkap. Salah satunya Sekjen FUI Al Khaththath.”  [B-A]

 

 

Leave a Reply

*