Anomali Di Langit “Kuma Resort” Lembata

Kuma Resort milik Yantji Sanur bupati Lembata, Yantji Sanur (foto : istimewa)

Faktual.co.id – Dari laut nampak istana nan megah berdiri kokoh di tubir Waijarang-Lembata. Sebuah rumah mentereng berdiri menantang laut; antara pulau Adonara dan Lembata. Salah satu teman berkata pada saya,“itu sekarang jadi icon Lembata. Resort itu punya bupati Lembata, Yentji Sanur.”

Di sekeliling rumah Yantji, nampak parkir delapan buah mobil baru Toyota Rush bercat putih. Mobil-mobil itu berjejer rapi menghiasi tempat kediaman Yantji. Delapan unit mobil ini merupakan mobil dinas untuk anggota DPRD Lembata yang ditarik kembali Yantji. Anehnya, jika mobil dinas itu bermasalah dan menjadi asset pemda, kenapa semuanya parkir di resort pribadi milik Yantji. Mungkin aksesori, sekedar mempertegas kemewahan Kuma Resort.

Dari kejauhan, rumah megah itu nampak kontras, mencekah anomali, antara cekaknya PAD lembata dan kemegahan yang dipaksatontonkan. Hingga kini, PAD kabupaten Lembata, masih di bawa 50 miliar. Dan selalu gagal capai target. Tak ada tanda-tanda tumbuhnya sumber pendapatan, sebagai kabupaten yang pertama kali dimekarkan di NTT. Dua atau tiga tahun belakangan, dana transfer pemerintah pusat pun dipotong oleh Dirjen Anggaran, Kementerian Keungan, baik DAU maupun DAK. Hal tersebut terjadi karena APBD Lembata yang acapkali telat dibahas karena silang sengkarut tak berkesudahan antara Pemda dan DPRD Lembata.

Istana megah Yantji di Waijarang, juga membentang anomali lain, antara buruknya infrastruktur jalan di perkotaan dan tata kota yang semrawutan. “Lihat saja pak, jalan lingkungan yang ada di perkotaan, rata-rata rusak dan tak layak sebagai jalan di ibukota kabupaten. Demikian kata Marten, warga Lamahurat-Lembata kepada Faktual.co.id.

Sementara sepanjang jalan ke arah Kuma Resort, tak nampak adanya aktivitas ekonomi warga Waijarang. Tentu harapannya, Kuma Resort milik Yantji itu dapat menggairahkan ekonomi warga sekitar Waijarang. Sebaliknya, Kuma Resort menjadi sentra kemewehan di sekeliling Yantji yang terbungkus eksklusif di tengah-tengah kehidupan warga Lembata yang memprihatinkan.

Saat ini, jumlah penduduka miskin di Lembata tahun 2017 berdasarkan data BPS, adalah sebesar 66.513 jiwa dari 134.573 jiwa. Sebaran jumlah penduduk miskin ini nyaris merata di 151 desa/kelurahan di 9 kecamatan di Lembata. Artinya ada 49,4% orang Lembata hidup dalam kemiskinan. Kemegahan istana bupati Yantji di Kuma Resort, adalah ketidakwajaran yang pertontonkan di tengah-tengah kemiskinan masyarakat Lembata.

Saat ini, rumah megah Kuma Resort, Waijarang, menjadi tempat tinggal bupati. Ia lebih sering menginap di Kuma Resort daripada di rumah jabatan yang ada di pusat Kota, Lewoleba. Berdasarkan informasi dari beberapa sumber, rumah pribadi Yantji di Kuma Resort ini dikontrakkan kepada pemda sebagai rumah jabatan bupati. Hampir setengah jam perjalanan ke kediaman Yantji. Seakan mempersulit akses masyarakat untuk bertemu bupati Tantji dalam gelayut kemewahan Kuma Resort.

“Rumah megah di Kuma Resort itu milik pribadi pak Yentji, tapi dikontrakkan kepada pemda Lembata.” Demikian kata Andre (bukan nama sebenarnya), yang merupakan salah seorang ASN di pemda Lembata kepada Faktual.co.id (26/2/2018). Kabarnya, rata-rata proyek percontohan pemda Lembata terpusat di rumah jabatan Waijarang.

Kemewahan Kuma Resort, adalah sebuah penegasan, akan lemahnya keberpihakan penguasa lokal. Rendahnya empati penguasa di tengah-tengah kemiskinan yang menganga. “Satu periode Yantji memimpin Lembata, ia benar-benar mengejar proyek infrastruktur, tapi sejauh ini, getolnya pembangunan infrastruktur, belum nampak membangkitkan sumber-sumber baru sentra kehidupan ekonomi warga. Buktinya, hampir setengah dari penduduk Lembata, hidup dalam kemiskinan.” Wallahu’alam

Penulis : Munir Sara

Editor : Yonda

Leave a Reply

*