Anggaran Kemenperin Menyalahi Instruksi Jokowi

Anggaran Kemenperin Menyalahi Instruksi Jokowi

Faktaul.co.id –Dalam nota keuangan TA 2020, pagu belanja Kementerian Perindustrian adalah sebesar Rp.2.952,0 miliar. Dari tahun 2015 s.d 2019, anggaran Kementerian Perindutrian mengalami pertumbuhan rata-rata sebesar 18,77 persen. Berikut adalah struktur pagu belanja kementerian perindustrian untuk RAPBN 2020 :

Dari total anggaran ini, sebesar 25,3 persen merupakan belanja pegawai, Sebesar 64,0 persen untuk belanja barang Sebesar 10,7 persen merupakan belanja modal (Sumber data dari Nota Keuangan Pemerintah TA 2020)

Dilihat dari struktur pagu belanja, maka belanja modal paling kecil dari belanja pegawai dan belanja barang. Belanja modal cuma 10,7 persen dari total pagu. Ini menjadi anomali, karena pertumbuhan ekonomi yang diopang oleh konsumsi dalam negeri, termasuk konsumsi dan investasi pemerintah terutama dari sisi belanja modal, justru pagunya lebih kecil.

Harapan kita, setiap belanja yang dilakukan oleh pemerintah, harus ada kalkulasi benefitnya terhadap pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu porsi usulan pagu belanja modal yang kecil pada RAPBN 2020 ini, perlu dipertimbangkan kembali oleh Kementerian perindustrian. Sekaligus kita butuh alasan dari kementerian perindustrian. Kenapa belanja modalnya kecil?

Presiden Jokowi sendiri kepada publik, sering mengatakan, meminta kementerian lembaga memaksimalkan belanja modal agar belanja pembangunan yang dirasakan manfaatnya oleh rakyat menjadi lebih besar. Ia menyebutkan upaya memaksimalkan belanja modal dapat dilakukan dengan melakukan penghematan anggaran. Tujuan penghematan adalah supaya belanja modalnya lebih besar. Hal itu dilakukan dengan menggeser belanja barang, belanja aparatur yang kurang bermanfaat, masuk ke belanja modal (Dh/F)

Leave a Reply

*