Konsumsi listrik Indonesia kalah dengan Malaysia

Konsumsi listrik Indonesia kalah dengan Malaysia

Faktual.co.id- Berdasarkan data Kementerian ESDM (2018), konsumsi listrik Indonesia kalah dengan Malaysia dan Singapura. Untuk tahun 2018, konsumsi listrik Indonesia hanya 1.064 kWh/kapita. Kalah dengan Malaysia kalah dengan Singapura. Malyasia itu sudah 4.000 kWh/kapita. Kita baru 1.064 kWh/kapita. Adapun konsumsi listrik Singapura di 2018 mencapai 8.000 kWh/kapita. Pemerintah sendiri menargetkan konsumsi listrik Indonesia di 2019 mencapai 1.200 kWh/kapita.

Harus diingat, bahwa target pertumbhan ekonomi yang tinggi, juga digambarkan dengan tingkat konsumsi listrik. Kan syaratnya seperti itu, kalau konsumsi listrik tinggi maka industri datang untuk berinvestasi.

Kajian Carbon Tracker terbaru (2019) menunjukkan, keekonomian pembangkit listrik batubara segera kalah saing dengan pembangkit listrik tenaga surya. Kenapa di kita di Indonesia masih bergantung pada batu bara?

Dalam rencana pengembangan pembangkit listrik 2018-2027 kapasitas PLTU bakal dikembangkan 26.807 megawatt. Target 2025, batubara masih mendominasi, 54,4% bauran energi, tertinggi diantara energi terbarukan 23%, gas 22,2% dan bahan bakar minyak 0,4%.

Kajian lembaga internasional Carbon Tracker, secara ekonomi dan finansial, pada 2021, lebih murah bagi Indonesia membangun fasilitas pembangkit listrik surya baru dibandingkan PLTU batubara baru.

Sudah seharusnya melakukan langkah-langkah maju dalam merubah ketergantungan energi pembangkit listrik dari batu bara ke surya dan energy pembangkit yang murah dan ramah lingkungan (Rz/F).

 

 

 

Leave a Reply

*