Astaga, Daya Saing Indonesia Melorot

Astaga, Daya Saing Indonesia Melorot

Faktual.co.id– Tepok jidat, gembar-gembor pemerintahan Jokowi bangun infrastruktur, tapi daya saing Indonesia malah melorot. Laporan Global Competitiveness Index (GCI) 2019 oleh World Economic Forum (WEF), daya saing Indonesia tergerus ke posisi 50 dari posisi 45 pada tahun lalu. Tak cuma penurunan peringkat, skor daya saing Indonesia ikut melorot ke posisi 64,6.

Dari rilis WEF 2019, daya saing Indonesia makin tertinggal jauh dari Singapura yang menempati posisi pertama. Demikian pula dari Malaysia dan Thailand yang sebenarnya juga turun masing-masing dua peringkat tetapi mash diposisi 27 dan 40.

WEF juga melapor, peringkat Indonesia terkait stabilitas makro turun dari sebelumnya 51 menjadi ke peringkat 54. Pembangunan infrastruktur yang masif juga tak berhasil mengangkat peringkat daya saing Indonesia. Justru daya saing infrastruktur turun tahun ini dari posisi 71 tahun lalu menjadi 72.

Daya saing infrastruktur ini mendapat catatan tersendiri, menimbang, meningkatnya anggaran infrastruktur. Sepanjang 2015-2019 berdasarkan data Kemenkeu RI, anggaran infrastruktur telah mencapai ± Rp.400 triliun. Sepanjang 2015-2018, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melaporkan sudah membangun 3.432 km jalan nasional. Kemudian jalan tol baru yang sudah terbangun mencapai 941 km.

Pemerintah juga telah membangun 55 bendungan dan jaringan irigasi yang mengairi 865.389 ha lahan pertanian. Embung pun sudah terbangun sebanyak 942 unit. Lalu ada jembatan yang sudah terbangun sepanjang 41.063 m. Sedangkan untuk jembatan gantung, sudah terpasang 164 unit.

Indeks daya saing global merupakan indikator komposit dari 103 indikator yang dikelompokkan dalam 12 pilar. Skor terburuk Indonesia dialami pada pilar ke-12 terkait inovasi yang hanya memperoleh skor 37,7 dari skor tertinggi 100.

Gencarnya pemerintahan Jokowi membangun infrastruktur, tak semanis daya saing atau Global Competitiveness Index sebagaimana laporan WEF 2019. Justru Indonesia turun di peringkat 50 dari 141 negara. melorot lima setrip dibandingkan tahun sebelumnya.

Alih-alih pembangunan untuk infrastruktur meningkatkan daya saing, justru daya saing Indonesia menurun di tahun 2019. Apa soal? Kita berharap, pembangunan infrastruktur yang begitu massif menjadi jargon lima tahun rezim Jokowi, mampu menggerakkan sektor penting daya saing.

Leave a Reply

*