India Negosiasi Defisit Dagang Dengan China, Indonesia?

India Negosiasi Defisit Dagang Dengan China, Indonesia?

Faktual.co.id- Berita Bloomberg edisi 11 Oktober 2019 merilis pertemuan Presiden China  Xi Jinping and Indian Prime Minister Narendra Modi. Dalam headline berita berita berjudul : Xi’s Seaside Summit With Modi Aims to Reset China-India Ties, Bloomberg mengulas, bahwa salah satu agenda pembahasan dalam pertemuan tersebut adalah terkait defisit perdagangan India dengan China.

China dan India memiliki hubungan erat dalam soal Comprehensive Economic Partnership. China adalah mitra dagang terbesar kedua India dengan dengan nilai perdagangan sebesar $ 87 miliar, dan kedua belah pihak telah menargetkan $ 100 miliar dalam perdagangan pada tahun 2020.

Perhatian utama India dalam pertemuan tersebut adalah membahasa defisit perdagangan kedua negara tersebut. Pada faktanya barang-barang murah China marak masuk ke pasar domestic India, yang selanjutnya dapat memperluas defisit perdagangan India dengan China. Saat ini defisit Perdagangan India dengan China sebesar $ 55 miliar.

Dengan pertemuan Xi dan Modi, India berharap, defisit perdagangan dengan negara Panda itu dapat teratasi. Namun dilain pihak, pertemuan India-Cina bukan hal baru menurut para pengamat. Pertemuan akhir pekan antara Xi dan Modi dinilai tak akan menyebabkan perubahan besar dari hubungan dagangan kedua negara tersebut.

Menanggapi pertemuan Xi dan Modi, ekonom senior Rizal Ramli dalam cuitan twitternya mengeritik pemerintah Jokowi, agar bisa mengambil langkah negosiasi seperti seperti India. Begini cuit Rizal;

Dalam cuitannya, mantan Menko Ekonomi era Gusdur ini berharap, Indonesia juga berani negosiasi dengan China, dalam rangka mengurangi defisit perdagangan dengan China. Senasib dengan India, defisit perdagangan Indonesia China pun hampir tiap tahun terjadi. Pada Juli 2019, Indonesia mengalami defisit perdagangan nonmigas dengan China mencapai US$11,05 miliar. Angka defisit melonjak dari periode yang sama tahun lalu hanya US$10,33 miliar. Data BPS mengungkapkan, defisit perdagangan Indonesia dengan China lebih dalam pada Januari-Juli 2019.

Selain mengalami defisit perdagangan dengan China, Indonesia juga mengalami defisit perdagangan dengan Thailand US$2,2 miliar. Defisit juga terjadi pada perdagangan Indonesia dan Australia sebesar US$1,4 miliar, dari periode yang sama 2018 US$1,6 miliar. (Ms/F)

 

Leave a Reply

*