Nyi Blorong dan 115 Dukun

Nyi Blorong dan 115 Dukun

Faktual.co.id– Satu hari sebelum pelantikan presiden, Polri dan TNI menggelar pasukan. Semua fasilitas publik seperti stasiun, terminal, bandara, dijaga ekstra ketat.

Dari Glodok hingga bandara pasukan ditebar. Ada sekitar 30.000 pasukan TNI-Polri yang disiagakan. Tak cuma di alam nyata, di alam gaib pun pasukan di gelar. Bala tentara dari Pantai Selatan di kerah.

Dari Nyi Roro Kidul, Nyi Blorong hingga Jin kayangan dan kroni-kroninya, turun tangan. Mereka ditebar ke semua titik penting protokoler. Dua hari sebelum pelantikan, Ki Sabdo Jagat Rayo, memediasi pegelaran pasukan ratu Pantai Selatan di kawasan Senayan.

Menurut penerawangan Ki Sabdo, pelantikan presiden kali ini butuh pengamanan spiritual. Oleh sebab itu, ia langsung turun tangan. Tak ketinggalan, di Belitung, 115 dukun turut andil. Mereka menggelar doa, mengirim berkat pun jampi-jampi, menghalau serangan hantu blao jelang pelantikan.

Ki Sabdo juga bertugas langsung mengkoordinir bala tentara jin dan iblis di kawasan Senayan. Bukan main, kali ini Nyi Roro Kidul turun langsung. Bisa dipastikan, dalam kurun waktu dua hari ini, pantai Selatan bakal sepi penghuni gaib. Karena semua bala tentara dikerahkan ke Jakarta.

Khususnya di lokasi tempat pelantikan presiden. Artinya, malam ini, gedung DPR dan sekitar bertebaran pasukan jin dan iblis. Katanya para makhluk gaib itu sudah geladi resik di gedung DPR. Konon menjaga serangan spiritual saat pelantikan presiden.

Hingga malam ini, semua sudut-sudut kompleks DPR, sudah ditebar pasukan gaib. Namun hingga tulisan ini dipublis, belum ada data lapangan, berapa pasukan organik alam gaib yang dikerahkan.

Yang jelas jelang subuh nanti, bala tentara dan aneka Jin dan Iblis itu bakal tunggang langgang. Karena kompleks DPR dikepung suara azan subuh dan selawatan. Barang tentu, makhluk-makhkuk gaib ini tidak nyaman. Ada yang gosong, bahkan terbakar sebelum pelantikan dilaksanakan.

Perlu juga diantisipasi, manakala Jin dan para iblis ini iseng. Merasuk ke dalam tubuh para tetamu. Bisa-bisa, jadi bumerang–kesurupan. Kan tidak lucu, andaikan Dubes atau Wapres China yang turut hadir dirasuk Jin kayangan. Apalagi oleh tentara nakal dari Pantai Selatan. Apalagi pulang ke negaranya membwa energi pantai selatan.

Oleh sebab itu, hadirnya juru ruqiyah juga penting, dalam rangka mengantisipasi gangguan kesurupan ulah Jin-Jin nakal yang iseng. Tapi bagaimana? Rata-rata juru ruqiyah berjanggut, celana cingkrang. Apa boleh masuk Senayan?

Memang pelantikan presiden kali ini agak mencekam. Selain gelar pasukan TNI-Polri dalam jumlah besar, hadirnya bala tentara pantai Selatan, hingga Jin kayangan, pun mengurai sisi mistis dalam pelantikan presiden kali ini.

Munir (Freelance writer)

Leave a Reply

*