Nasdem Mengancam, Nasdem Hengkang?

Nasdem Mengancam, Nasdem Hengkang?

Faktual.co.id –  Tak tahan, akhirnya partai Nasdem angkat suara. Melalui ketua umumnya, Surya Paloh, mengatakan, “cuma Nasdem yang tak dapat bocoran komposisi kabinet Jokowi-Ma’ruf.” Seturut pernyataan Paloh, Senin (21/10), ketua DPP Nasdem, Irma Suryani Chaniago, pun mewanti-wanti, “Jika Gerindra masuk kabinet, Nasdem angkat kaki.”

Pesan beruntun dua elit Nasdem itu, memberikan sinyalemen kuat, bila partai besutan bos Media Group ini siap di luar pemerintahan Jokowi Jilid II. Pasalnya, hingga Senin (21/10), tak satupun elit Nasdem yang melipir ke istana. Gubernur NTT, Victor Laiskodat, yang juga kader Nasdem, katanya diminta Jokowi sebagai menteri, pun pulang dengan tangan kosong. Tak dipanggil-panggil Jokowi. Sementara, kehadiran beberapa calon menteri di istana negara, seharian mengisi pemberitaan.

Dipanggilnya Prabowo lebih awal ke istana oleh Jokowi, seakan menabok muka partai pendukung Jokowi di Pilpres 2019. Pasalnya, mereka yang lebih “berkeringat.” Istilah berkeringat ini, pernah diutarakan Nasdem melalui ketua DPP Irma Suryani Chaniago. “Posisi penting dan strategis enggak mungkin diserahkan kepada yang tidak berkeringat,” ujar Irma kepada wartawan, Rabu (9/10).

Tak luput, hadirnya ketua umum Gerindra, Prabowo Subianto dan wakil ketua; Edhy Prabowo di istana pada Senin (21/10), benar-benar menyedot perhatian publik dan media. Pasalnya, kehaidran dua bangkotan Gerindra ini, bakal mengisi jabatan penting di kabinet Jokowi II. Prabowo Subianto digadang mengampu posisi Menhan, sementara Edhy Prabowo di posisi Kementan.

Laga politik yang hangat antara Nasdem, Jokowi dan PDIP (kelompok Mega), sudah tampak gesturnya sejak pemilihan ketua MPR RI pada (1/10/2019). Kala salam-salaman, putri kandung Presiden RI I itu melongos pada Paloh. Dengan gesture emoh, ia melewati Paloh kalah menyalami satu per satu elit yang ada di sekitar bos MetroTV itu.

Melongosnya Mega, memberikan pesan kuat, bahwa hubungan Nasdem dan PDIP tengah mengharu biru. Nasdem baper pada DPIP, begitu jua sebaliknya. Ini seteru lanjut, ketika Paloh memberikan pesan pada PDIP, saat tanpa hujan angin, gelar pertemuan bersama Anies Baswedan di Gondangdia-Jakpus.

Seteru Imam Bonjol Vs Gondangdia, makin membara. Pertemuan Paloh-Anies, itu, sebagai balasan atas bercengkramanya Prabowo dan Jokowi di stasiun MRT (Mass Rapid Transit). Paloh manabuh genderang perang 2024, Mega dan PDIP tengah mencacah balasan satu per satu, dengan suara genderang yang lebih nyaring. Nasib Nasdem di kabinet Jokowi II sedang di tubir.

Tak pelak, ini momok politik, siapa menuai, siapa pula yang memanen. Siapa yang berkeringat, siapa pula yang menikmati hasil. Sakit memang sakit, tapi harus bagaimana? Tentu secara matematika politik, hadirnya Gerindra sebagai partai ketiga pemenang Pemilu 2019, dengan jumlah kursi di parlemen yang lebih banyak, tentu Jokowi dan DPIP membutuhkan Gerindra dalam konfigurasi di parlemen. Apa lagi Mega dan Prabowo adalah kawan lama.

Namun komunikasi politik masih berlanjut. Ngenasnya Nasdem di media, tentu adalah pesan politik. Pengumuman kabinet tinggal besok (Rabu, 23/10/2019). Segala kemungkinan sedang dikelolal. Entah Nasdem hengkang atau pasang kaki? Wallahu’alam (Ms/F)

 

 

 

Leave a Reply

*