APBN Kian Keropos?

APBN Kian Keropos?

Faktual.co.id-Makin ngeri. Outlook defisit APBN, tidak presisi. Yang bikin sedap itu, defisit terkerek menjadi 6,27 persen. Merujuk pada Perppu No. 1 Tahun 2020, toleransi defisit sebelumnya pada APBN 2020 di angka 5,07 persen.

Terus DPR? ya PERPU SAPU JAGAT itu telah meratakan fungsi budgeting DPR. Kita masih yakin, Perpu ini bertolak belakang dengan suasana kebatinan mayoritas anggota DPR. Tapi gurita oligarki politik, mencengkram begitu dalam.

Prof Awali menanggapi outlook defisit APBN 2020. Dia mengitung defisit di atas 5,07% terhadap PDB. Menurutnya defisit bisa lebih dari Rp.853 triliiun. Ternyata analisanya presisi. Outlook APBN 2020 meleset.

Defisit APBN 2020 terkoreksi dari outlook pemerintah. Sebelumnya, dalam Perpres nomor 54/2020 sebagai aturan turunan Perppu No. 1 Tahun 2020, target defisit APBN dibatasi di angka 5,07 persen.

Namun sekarang, APBN akan defisit Rp1.028,5 triliun atau 6,27 persen. Angka defisit revisi outlook ini lebih dalam dibandingkan target dalam Perpres 54/2020 yang mencapai Rp.852,9 triliun.

Pendapatan perpajakan turun dari Rp1.462,6 triliun menjadi Rp1404,5. PNBP Rp.297,8 triliun menjadi Rp.286,6 triliun. Sementara itu belanja negara diperkirakan naik dari Rp2.613,8 triliun menjadi Rp2.720,1 triliun.

Rincinya, belanja pusat naik dari Rp1.851,1 triliun menjadi Rp1.959,4 triliun dan Transfer ke daerah dana dana desa (TKDD) naik dari Rp760,7 triliun menjadi Rp762,2 triliun.

Jangan ditanya, bagaimana cara menambal lubang defisit yang kian menganga. Sampean sendiri tentu sudah tau jawabannya. Ngeri-ngeri sedap. Baru saja pemerintah merilis outlook 2020. Kini revisi lagi. Makin gawatkah ekonomi RI? (Mr/f)

 

Leave a Reply

*