NTT sebagai Daerah Toleransi Perlu Dirawat, Pelihara dan Dijaga

Ahmada Yohan, n oleh setiap Anggota MPR RI. Kegiatan 4 Pilar kali ini Bapak Ahmada Yohan Anggota MPR RI Fraksi PAN melaksanakannya di Desa Legu Kecamatan Satarmese Kabupaten Manggarai Nusa Tenggara Timur. Selasa, 4/02/2020.

Faktual.co.id Manggarai NTT-Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan atau 4 Konsesus Bangsa merupakan sebuah tugas kebangsaan yang dilakukaan oleh setiap Anggota MPR RI. Kegiatan 4 Pilar kali ini Bapak Ahmada Yohan Anggota MPR RI Fraksi PAN melaksanakannya di Desa Legu Kecamatan Satarmese Kabupaten Manggarai Nusa Tenggara Timur. Selasa, 4/02/2020.

Dalam pemaparannya, Bapak Ahmad Yohan menjelaskan bahwa begitu pentingnya memahami dan mengaktualisasikan nilai-nilai yang terkandung dalam 4 Pilar Kebangsaan dalam kehidupan sehari-sehari. Interaksi sosial yang sangat beragam akan lebih damai dan akur ketika Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika dijadikan pedoman berbangsa dan bernegara serta bermasyarakat.

“Indonesia ini sungguh hebat, di mana para pendiri Bangsa telah mewariskan sejarah kebaikan yakni terbentuknya pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara serta bermasyarakat. Seperti yang tertuang dalam 4 Pilar Kebangsaan yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika”, tegas dari Politisi PAN tersebut.

Dengan Indonesia yang sangat majemuk, baik Agama, Ras, Suku, Budaya dan bahasa, semuanya berjalan dengan penuh kedamaian tanpa ada riak yang cukup berarti. Semuanya tanpa ada saling menegasikan baik mayoritas maupun minoritas. Kita semua bangga bahwa NTT ini terpilih menjadi Provinsi Toleransi di Republik ini. Sebab masyarakat NTT tidak hanya memahami Teks dari pada 4 Konsensus Kebangsaan tersebut tetapi dilaksanakan dalam kehidupan bermasyarakat.

“NTT merupakan salah satu daerah di Indonesia yang cukup beragam atau majemuk, tetapi tidak terdengar ada  konflik yang menyulut karena perbedaan. Itulah sebabnya NTT masuk dalam kategori Daerah Toleransi di Indonesia” terangnya.

Sehingga perlu ada proses pelestarian, merawat, memelihara dan menjaga kehidupan Toleransi di tanah Flobamora ini secara konsisten dan konsekuen. Ego sektoral perlu di kubur dalam-dalam agar semuanya berjalan bergandengan tangan tanpa ada warna yang menonjol. Dengan cara tersebut NTT dan juga Indonesia tetap menjadi negara aman dari konflik SARA (Suku,Agama, Ras dan Antargolongan).

“Sebagai masyarakat di tanah Flobamora, kita harus menjaga, merawat, memelihara dan melestarikan kehidupan toleransi ditengah keberagaman secara terus menerus. Artinya ego sektoral perlu kita lepas atau dikubur dalam-dalam agar kita tetap hidup berdampingan tanpa kisruh” harapannya di akhir acara (Didin).

Leave a Reply

*