Perintah Trump, Segera Akuisisi TikTok

Perintah Trump, Segera Akuisisi TikTok

Faktual.co.id- Beberapa minggu ini, isu Microsoft Corp hendak mengakuisisi Tiktok gencar. Bahkan sekarang, presiden AS, Donald Trump turun lapangan. Jika masih tedeng aling-aling, TikTok akan diblokir di AS.

Trump perintahkan, siapapun harus akuisisi aplikasi video pendek milik ByteDence Ltd ini. Jika tidak, aplikasi yang dibangun oleh Zhang Yiming dkk ini akan di bolkir otoritas Amerika. Trump beri waktu hingga 15 September 2020 bagi semua perusahaan AS.

Bagi Trump, tak pernting siapa yang beli, yang penting ada uang mengalir ke Departemen Keuangan AS. Trump tak ingin, TikTok menggerus uang Amerika ke China. Sekaligus bocornya data-data warga AS ke China.

Baru-baru ini, TikTok umumkan valuasi sahamnya mencapai US$ 140 miliar atau sekitar Rp.2.058 triliun (Kurs US$ 1 14.700). TikTok sendiri memili pengguna aktif/bulan sekitar 1,5 miliar seluruh dunia.

Mengutip Forbes, (5/11/2019), Kekayaan bersih pendiri TikTok Zhang Yiming ditaksasi mencapai US$ 16,2 miliar, setara Rp226,8 triliun (USD1 setara Rp14.000). Hal ini menjadikan Zhang orang terkaya ke-9 di China. Zhang memiliki sekitar 24% saham dari ByteDance yang merupakan perusahaan induk dari Tik Tok.

Sebelumnya, Trump keukeuh, agar TikTok segera melakukan divestasi dari perusahaan Induk China. Trump mengatakan kebijakan itu ditempuh demi keamanan nasional. Trump khawatir China melakukan operasi intelijen lewat TikTok milik ByteDance yang berbasis di China.

Hal inipun dibantah pihak TikTok, bahwa ByteDance tidak beroperasi di China. Untuk membuktikannya, pihak tiktok merombang manajemennya, dan memiliki chief executive officer yang berbasis di AS dan mempertimbangkan untuk membuat perubahan organisasi lainnya untuk memuaskan otoritas AS.

Sejauh ini, Microsoft Corp tengah menjajaki operasi TikTok di AS. Jika ada titik temu, Microfost akan mengakuisisi TikTok dan memegang kendali atasnya, dalam rangka mengurangi tekanan AS terhadap ByteDance.

“Kami tidak berpolitik, kami tidak menerima iklan politik dan tidak memiliki agenda tertentu. Satu-satunya tujuan kami adalah tetap menjadi platform yang dinamis untuk dinikmati semua orang,” kata CEO TikTok Kevin Mayer sebagaimana yang dirilis CNN Indonesia (1/8/2020).

Penulis : Munir 

 

Leave a Reply

*