Jokowi Jangan Mencari Kambing Hitam

Aksi Bela Islam 4/11 (foto : RNS)

Aksi Bela Islam 4/11 (foto : RNS)

Faktual.co.id – Pasca demonstrasi menuntut penegakan hukum terkait penistaan agama oleh Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purna alias Ahok, Presiden Jokowi jelang tengah malam; sekitar pukul 23.20 WIB, mendadak gelar Rapat Kordinasi Kabinet. Sebelumnya, perwakilan aksi bela Islam diterima Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Menkopolhukam Wiranto. Namun tak ada kata sepakat dalam pertemuan tersebut, dan demosntrasi terus berlangung hingga pukul pukul 18.45 WIB. Aksi demonstrasi sempat ricuh sesaat, dan mereda setelah aparat melepaskan tembakan gas air mata ke arah demonstran.

Rakor Kabinet dihadiri Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian, Kepala Badan Intelijen Negara Budi Gunawan, Wakil Kapolri Komjen Pol. Syafruddin, dan para Staf Khusus Presiden Ari Dwipayana, Sukardi Rinakit, serta Johan Budi S.P.

Dalam konfrensi pers hasil Rakor dengan jajaran kabinet, Jokowi menyampaikan terima kasih kepada para ulama, kiayi dan habaib yang telah memimpin umatnya sampai demo magrib tadi (4/11) berjalan dengan damai. Namun dalam konfrensi pers tersebut, ia juga menyesalkan kejadian selepas Isa yang seharusnya sudah bubar, tapi menjadi rusuh dan ini menurutnya ditunggangi oleh aktor-aktor politik yang memanfaatkan situasi.

Pernyataan Jokowi tentang kerusuhan yang ditunggangi aktor politik, ditanggapi Ketua Umum Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (BM PAN) Ahmad Yohan. Menurut Yohan, Jokowi jangan mencari kambing hitam. “Jika tak punya bukti, sebaiknya Jokowi jangan berspekulasi. Kerusuhan pasca demo adalah letupan kekecewaan masyarakat akibat Presiden yang tak berada di tempat saat perwakilan aksi ingin bertemu dan meminta ketegasannya terkait penanganan kasus penistaan agama oleh Ahok.”

Tambah Yohan, “jika kasus penistaan agama oleh Ahok ini tak dibiarkan berlarut-larut, maka tak akan ada people power seperti yang kita saksikan hari ini (Jumat 4/11, red). Jadi Presiden jangan mencari kambing hitam deh, jika anda melalui jajaran aparat penegak hukum lamban menyelesaikan masalah ini.”

Seperti yang dipublis sosial media, pasca demo di istana negara dan kawasan sekitar, terjadi kerusuhan di daerah penjaringan-Jakarta Utara. Beberapa aksi pengrusakan terjadi hingga aparat turun dan mengamankan keadaan [FA].

 

 

Leave a Reply

*